GunungSewu: Menguak Jejak Sejarah Flora Merekonstruksi Kawasan Karst

Kehutanan

Share this :

Penulis: Lies Rahayu Wijayanti Faida , Sunarto , Sutikno , Chafid Fandeli

ISBN: 978-602-386-220-7

Dilihat: 1857 kali

Ditambahkan: 04 January 2018

Informasi dalam buku ini menyumbangkan salah satu bukti teori uniformitarism yang menjelaskan “the present is the key to the past and the present is the key to the future”. Penelusuran jejak flora yang dipadukan dengan pendekatan paleoetnoforestri dalam buku ini telah membuktikan adanya hutan purba yang berasosiasi dengan kehidupan manusia di kawasan karst.

Rp64.800,00

Rp81.000,00

Sebuah jejak sejarah bukan hanya berbicara mengenai dinamika dalam konteks relasi-relasi sosial, melainkan juga dapat berbicara mengenai sebuah ekosistem dalam konteks relasi-relasi ekologi, bahkan kemudian persilangannya dengan suatu peradaban. Pengetahuan mengenai dinamika ekosistem dapat memberikan pilihan bagi manusia untuk menghindar dari potensi krisis lingkungan hidup dan kepunahan keanekaragaman hayati. Perluasan perspektif ini akan memberikan lompatan besar dalam hubungan antara manusia dan lingkungan hidupnya. Manusia dapat mempelajari masa lalu lingkungan hidupnya, bahkan berpotensi merekonstruksi sebuah ekosistem dengan pengetahuannya.

Pengetahuan rekonstruksi ekosistem ini memerlukan sebuah pemicu. Terinspirasi oleh fenomena aktual karst Gunungsewu yang kering dan gersang dalam lanskap karst yang terbentuknya mensyaratkan adanya dukungan ekosistem hutan tropis yang bagus dan lebat maka informasi mengenai jejak flora asli yang dapat menggambarkan komunitas hutan pada masa lampau menjadi sangat penting untuk mendukung upaya mempertahankan kelestarian kawasan tersebut. Menggunakan pendekatan teori pelapisan pengendapan, penelusuran jejak-jejak flora ini dilakukan. Alam menyimpan banyak informasi yang dapat menjadi simpul-simpul ilmu pengetahuan yang dapat menguak hubungan kausatif tentang proses-proses alam dan dinamika ekologi sehingga dapat menjelaskan proses perubahan alam secara temporal yang kemudian dipahami sebagai dinamika ekosistem.

Informasi dalam buku ini menyumbangkan salah satu bukti teori uniformitarism yang menjelaskan “the present is the key to the past and the present is the key to the future”. Penelusuran jejak flora yang dipadukan dengan pendekatan paleoetnoforestri dalam buku ini telah membuktikan adanya hutan purba yang berasosiasi dengan kehidupan manusia di kawasan karst.

Informasi jejak-jejak sejarah flora asli kawasan karst Gunungsewu ini juga menjadi bagian ikhtiar dari rekonstruksi hutan tropis karst dalam wujud cetak biru yang sudah lama ditunggu kehadirannya. Itulah gagasan besar yang ingin disampaikan penulis dalam buku berjudul Gunungsewu Menguak Jejak Sejarah Flora, Merekonstruksi Kawasan Karst. Buku ini tidak hanya memberikan informasi mengenai dinamika ekosistem hutan karst Gunungsewu dalam konteks ekologi, tetapi juga memaparkan sebuah hubungan unik ekosistem tersebut dengan munculnya peradaban manusia dalam jejak-jejak antropogenik yang sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan-perubahan dalam ekosistem hutan karst Gunungsewu. Sebuah buku penting, menarik, sekaligus unik berbasis pada hasil penelitian yang dipersembahkan sebagai kontribusi konkret dan inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dari praktik bidang konservasi sumber daya hutan dan lingkungan di masa mendatang.

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Pertama, Desember 2017
  • Tebal 204 halaman
  • Ukuran 15,5 cm x 23 c m
  • Kode Buku G045
  • Categories Kehutanan, Agro & Fauna