Host Index of Plant Diseases in Indonesia

Kehutanan

Share this :

Penulis: Haryono Semangun

ISBN: 979-420-248-7

Dilihat: 3032 kali

Ditambahkan: 08 July 1992

Buku ini diperlukan oleh mereka yang menangani penyakit tumbuhan di Indo­nesia maupun negara-negara tetangga, terutama mereka yang bekerja di pergu­ruan tinggi, lembaga penelitian, dan dinas karantina pertanian. Terlebih lagi laporan-laporan sebelum Perang Pasifik sulit ditemukan kembali dan terutama ditulis dalam bahasa Belanda dan Jerman, dua bahasa yang jarang dipelajari oleh generasi muda Indonesia dewasa ini.

Rp12.000,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Buku ini memuat macam-macam penyebab penyakit (patogen) yang terdiri dari jamur, bakteri, virus, dan jasad mirip mikroplasma (tidak termasuk Nematoda) yang terdapat pada tumbuhan di Indo­nesia. Secara keseluruhan dalam buku ini terdapat 1239 nama ilmiah tumbuhan termasuk sinonimnya, atau 1001 tumbuh­an jika sinonimnya tidak dihitung. Ini meliputi tanaman pertanian, tumbuhan hutan, gulma, maupun tumbuhan liar yang penyakitnya pernah dilaporkan di Indone­sia. Buku memuat 1687 penyebab penyakit, yang terutama terdiri dari jamur-jamur.

Penulis berusaha mengetahui kapan dan oleh siapa penyebab penyakit dilapor­kan untuk pertama kalinya di Indonesia. Banyak jamur patogen yang sudah dikenal disini pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, sebelum ditemukan di negara-negara lain.

Pada dasarnya buku ditulis dalam ba­hasa Inggris. Namun isinya mudah difa­hami oleh mereka yang kurang menguasai bahasa ini, karena buku mempunyai daftar istilah dalam bahasa Indonesia, khususnya mengenai gejala penyakit. Untuk memu­dahkan pembaca, buku dilengkapi dengan indeks-indeks nama penyebab penyakit, nama ilmiah tumbuhan, nama umum tumbuhan dalam bahasa Inggris, dan nama umum tumbuhan dalam bahasa Indonesia.

Buku ini diperlukan oleh mereka yang menangani penyakit tumbuhan di Indo­nesia maupun negara-negara tetangga, terutama mereka yang bekerja di pergu­ruan tinggi, lembaga penelitian, dan dinas karantina pertanian. Terlebih lagi laporan-laporan sebelum Perang Pasifik sulit ditemukan kembali dan terutama ditulis dalam bahasa Belanda dan Jerman, dua bahasa yang jarang dipelajari oleh generasi muda Indonesia dewasa ini.