Teori Pengkajian Fiksi

Budaya

Share this :

Penulis: Burhan Nurgiantoro

ISBN: 978-979-420-820-5

Dilihat: 7024 kali

Ditambahkan: 30 September 2019

Sebagaimana edisi sebelumnya, buku ini hadir dengan mengemukakan berbagai unsur intrinsik pendukung eksistensi sebuah karya fiksi. Secara teoretis unsur-unsur itu dapat dikenali dan dijelaskan kualitas, fungsi, dan saling hubungannya. Hal-hal itu semua diperlukan sebagai salah satu syarat untuk memahami dan menjelaskan keindahan cerita fiksi, merupakan “bekal” untuk masuk ke dunia fiksi. Maka, ia mesti dibutuhkan oleh mahasiswa jurusan bahasa dan sastra atau peminat.

Rp102.000,00

Rp120.000,00

Sebuah cerita fiksi hadir di hadapan pembaca secara menyeluruh dan sekaligus sebagai sebuah kesatuan. Fiksi dibangun oleh berbagai unsur intrinsik pendukungnya, namun tiap unsur itu tidak hadir secara sendiri-sendiri dan terpisah. Semua unsur intrinsik pendukung eksistensi sebuah karya fiksi, saling berkaitan secara erat untuk secara bersama membentuk sebuah kemenyeluruhan indah dan padu. Namun, ketika diminta untuk menjelaskan keindahan sebuah karya fiksi, kita mau tidak mau berpikir bagaimana “kualitas”, fungsi, dan hubungan antarunsur  pendukung itu dalam keseluruhannya. Artinya, kita harus berpikir analitis, berpikir tentang eksistensi tiap unsur. Secara intuitif orang dapat merasakan keindahan sebuah cerita fiksi. Tetapi, ketika diminta untuk menjelaskannya, kita menjadi terbata-bata. Sungguh, keindahan lebih mudah dirasakan daripada dijelaskan.

Sebagaimana edisi sebelumnya, buku ini hadir dengan mengemukakan berbagai unsur intrinsik pendukung eksistensi sebuah karya fiksi. Secara teoretis unsur-unsur itu dapat dikenali dan dijelaskan kualitas, fungsi, dan saling hubungannya. Hal-hal itu semua diperlukan sebagai salah satu syarat untuk memahami dan menjelaskan keindahan cerita fiksi, merupakan “bekal” untuk masuk ke dunia fiksi. Maka, ia mesti dibutuhkan oleh mahasiswa jurusan bahasa dan sastra atau peminat.

Kehadiran buku ini tampak mendapat sambutan yang cukup baik yang terlihat dari banyaknya edisi cetak ulang. Untuk itu, pada terbitan kali ini dilakukan revisi. Perkembangan ilmu kesastraan sebagai bagian dari ilmu-ilmu humaniora sebenarnya tidak secepat sain dan teknologi, maka berbagai hal yang dikemukakan pada waktu penulisan buku ini, sebenarnya boleh dikatakan tidak ketinggalan zaman. Maka, revisi lebih dalam pengertian menambah dan melengkapi kekurangan-kekurangan. Itu pun sebenarnya hanya mencakup sebagian kecil saja. Tujuan penulisan ini lebih dimaksudkan untuk memahamkan mahasiswa (atau peminat) tingkat awal pada fiksi sehingga lebih dapat menikmatinya. Jadi, pembicaraan buku ini lebih cenderung ke aspek sruktural pembangunnya. Tambahan lain buku ini adalah kini dilengkapi dengan glosarium dan indeks.

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Keduabelas, September 2019
  • Tebal 514 halaman
  • Ukuran 14,5 cm X 21 cm
  • Kode Buku T104
  • Categories Budaya, Sosial & Humaniora