Tanggal Posting

  • April 29, 2020

Share

BEDAH BUKU ONLINE "MEMANEN AIR HUJAN: MANFAAT AIR HUJAN TERKAIT COVID-19"

BEDAH BUKU ONLINE

UGM Press di bawah naungan Badan Penerbit dan Publikasi UGM kini menggelar acara "Bedah Buku Online". Kegiatan ini menjadi strategi pemasaran UGM Press untuk menjangkau pembacanya dan membangun optimisme di tengah pandemi covid-19.
 
Pada Rabu 29 April 2020, UGM Press menyelenggarakan bedah buku online "Memanen Air Hujan: Manfaat Air Hujan Terkait Covid-19" karya Agus Maryono dengan pemateri Ir. Agus Prasetya, M.Eng., Sc., Ph.D. dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM melalui aplikasi video conference dengan platform https://ugm-spark.webex.com/join/agusmaryono pada pukul 10.30-13.00 WIB. Acara ini diikuti ratusan peserta online dari kalangan mahasiswa dan umum.
 
Agus Maryono selaku penulis buku mengatakan bahwa latar belakang permasalahan menulis buku Memanen Air Hujan di antaranya banjir terus berlangsung, kekeringan terus meningkat, penurunan muka air tanah terus meningkat, kualitas air tanah menurun, kualitas lingkungan menurun, penyakit karena air kotor meningkat, kebakaran hutan terus berlangsung, dan air hujan dilupakan.
 
"Masyarakat belum ada kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya air hujan sehingga kegiatan bedah buku online ini dapat memberikan ilmu yang bisa diaplikasikan dengan memanen, menampung, dan memanfaatkan air hujan sebaik-baiknya. Cara ini dikenal dengan gerakan memanen air hujan," ujar Agus. 
 
"Buku ini saya rekomendasikan karena membahas latar belakang memanen air hujan, pemakaiannya di negara-negara maju dan pemakaian secara tradisional, metode-metode dan infrastruktur pemanen air hujan, hitungan dimensi infrastruktur dan peralatan, kualitas air hujan dan metode perbaikan kualitas air hujan, dan ditutup dengan rekomendasi," kata Agus Prasetya sebagai pemateri bedah buku online ini.
 
Manajer UGM Press, Dr. I Wayan Mustika, mengapresiasi penuh atas kegiatan bedah buku ini. "Saya berharap kegiatan-kegiatan seperti ini akan semakin kita perbanyak di tengah-tengah kegiatan-kegiatan fisik yang harus dihentikan semuanya selama pandemi covid-19," kata Dr. Wayan. (irwan/UGM Press)