Pengembangan Teknologi Minyak Bumi, Gas Bumi, dan Batubara

Sains & Teknologi

Share this :

Penulis: -

ISBN: 0

Dilihat: 50 kali

Stock: 0

Ditambahkan: 28 July 2024

Rp0,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Saat ini di Indonesia, minyak bumi, gas bumi, dan batu bara masih menjadi kebutuhan energi utama serta bahan baku petrokimia dan belum tergantikan. Dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin pesat, maka kebutuhan akan minyak bumi, gas bumi, dan batu bara beserta turunannya juga meningkat dengan pesat. Minyak bumi, gas bumi, dan batu bara yang tersusun dari campuran sangat kompleks dari senyawa-senyawa hidrokarbon dan unsur lain dalam jumlah kecil, seperti belerang (5), nitrogen (N), oksigen (0), vanadium (V), nikel (Ni), besi (Fe), tembaga (Cu), air, dan garam-garam terdispersi, merupakan bahan galian (tambang) yang terdapat pada lapisan bumi dengan kedalaman berpuluh-puluh sampai beribu-ribu meter dan terbentuk secara alami melalui proses pembusukan dari tumbuhan maupun binatang yang mati jutaan tahun lalu. Sejak minyak bumi, gas bumi, dan batu bara ditemukan, teknologi proses pengolahannya selalu dikembangkan sesuai kebutuhan konsumen khususnya dalam rangka mengimbangi pesatnya kenaikan kebutuhan akan bahan bakar untuk kendaraan bermotor maupun industri, serta sebagai bahan baku industri petrokimia.

Berbagai macam pengembangan teknologi di bidang minyak bumi, baik dari sektor hulu maupun hilir, gas bumi dan batu bara serta produk turunannya telah digalakkan oleh pemerintah untuk menopang kebutuhan industri di Indonesia. Menurut Menko Perekonomian, Indonesia harus memperkuat infrastruktur, memperbaiki kelembagaan/institusi, memperbaiki sumber daya manusia, dan meningkatkan inovasi di bidang industri. Stabilitas makroekonomi yang terjaga disertai struktur perekonomian yang kuat merupakan prasyarat untuk membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif.

Kelompok Bidang Keahlian Energi dan Lingkungan bersama dosen-dosen di Laboratorium Teknologi Minyak Bumi, Gas, dan Batu Bara yang sudah mendapatkan standar 150 17025, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada mempunyai banyak kolaborasi dengan beberapa ahli di bidang minyak bumi, gas bumi, dan batu bara, baik di dalam maupun di luar negeri. Para ahli ini senantiasa mengembangkan teknologi bersama mahasiswa S1, S2, dan S3 pada bidang tersebut. Beberapa pengembangan teknologi pada tiga dekadeterakhir, antara lain peningkatan eksplorasi dari sumur- sumur yang sudah ada dengan menggunakan salah satu metode yang disebut Enhanced Oil Recovery (E0R)/menaikkan perolehan minyak bumi. EOR merupakan cara pengambilan minyak bumi untuk ladang-ladang minyak yang sudah tidak dapat diambil lagi minyaknya dengan cara konvensional (primary recovery dan secondary recovery), yaitu pengembangan surfaktan dan polimer. Pengembangan katalisator untuk berbagai keperluan di bidang minyak dan gas bumi, seperti perengkahan minyak berat dan produk plastik, oksidasi gas buang CO dan SO„ oksidasi parsial untuk pembuatan metanol, pencairan dan gasifikasi batu bara, dan pengurangan kadar belerang merkaptan dalam stroight run gasoline. Salah satu cara pemanfaatan asbuton adalah mengolah menjadi binder pada pembuatan high aspal untuk high performance road dan proses perengkahan menjadi fraksi ringan dengan bantuan katalisator padat. Katalisator logam dengan beberapa jenis penyangga dapat dibuat untuk membantu proses perengkahan tersebut.