Teknologi Infomasi dan Komunikasi dalam Pembangunan

Geografi

Share this :

Penulis: Lukito Edi Nugroho

ISBN:

Dilihat: 61 kali

Stock: 0

Ditambahkan: 15 July 2024

Rp0,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Buku ini disusun sebagai respons terhadap kebutuhan nyata di lapangan: banyak pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pembangunan masih kesulitan mema hami bagaimana memosisikan dan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara efektif untuk memperkuat pembangunan daerah. Meskipun TIK telah digunakan dalam berbagai program, berbagai kegagalan implementasi menunjukkan adanya jurang signifikan antara potensi teknologi dan kapasitas institusi dalam memanfaatkannya. Pengalaman panjang penulis dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City serta interaksi yang panjang dengan ASN, praktisi TIK, dan pemerintah daerah melatarbelakangi penulisan buku ini, terutama untuk menjembatani kekurangan pengetahuan pada aspek-aspek non-teknis yang sering luput namun sangat menentukan keberhasilan pemanfaatan TIK.

Struktur buku ini memungkinkan setiap bab berdiri sendiri namun tetap saling memperkaya perspektif pembaca. Bab I membahas konsep pembangunan berkelanjutan, urgensinya, serta peran TIK dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Bab II memaparkan karakteristik TIK melalui kerangka Kapabilitas—Konektivitas—Kecerdasan, empat tingkatan peran TIK (otomasi, integrasi, enabler, dan transformasi), serta dampak-dampaknya di tingkat global maupun lokal. Bab III mulai masuk ke inti pembahasan: bagaimana TIK dapat menjadi solusi bagi masalah pembangunan, mencakup inovasi, pemilihan teknologi, integrasi proses dan sistem, serta konvergensi program pembangunan. Bab IV menggali strategi keberhasilan implementasi, menyoroti perencanaan, monitoring-evaluasi, manajemen perubahan, strategi memperbesar dampak, dan kolaborasi multi-pihak. Bab V mengurai isu keberlanjutan, terutama bagaimana pemerintah dapat membangun kemampuan adaptif melalui konsep leorning organization serta bertransformasi menuju tata kelola adaptif dan antisipatif. Buku ditutup dengan refleksi mengenai kondisi Indonesia dalam perjalanan transformasi digital untuk pembangunan berkelanjutan.

Manfaat buku ini sangat luas bagi para pemangku kepentingan pembangunan. Pemerintah daerah memperoleh pemahaman strategis tentang bagaimana TIK seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan, mempercepat program pembangunan, dan mengatasi berbagai masalah klasik seperti fragmentasi data, rendahnya kapabilitas SDM, serta ketidaksinkronan antara strategi TIK dan strategi pembangunan. Dunia usaha, industri TIK, dan organisasi masyarakat dapat mengidentifikasi peran mereka dalam ekosistem inovasi, terutama dalam kolaborasi multi-helix untuk menciptakan solusi berkelanjutan. Perguruan tinggi dapat menggunakan buku ini sebagai rujukan dalam pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di bidang pemerintahan digital, smort city, maupun pembangunan berkelanjutan. Dengan lebih banyak membahas soft aspects seperti perubahan organisasi, tata kelola data, manajemen transformasi, serta dinamika pemangku kepentingan, buku ini dapat dibaca oleh siapa saja yang ingin mema hami bagaimana teknologi dapat menjadi pengungkit pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pada akhirnya, buku ini menjadi jembatan penting antara teknologi dan pembangunan: membantu pembaca memahami bahwa keberhasilan TIK bukan ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi oleh ekosistem yang menopang penggunaannya: kapasitas manusia, budaya institusi, kolaborasi, dan keberlanjutan. Sebuah panduan reflektif sekaligus praktis bagi siapa saja yang ingin memastikan TIK benar-benar membawa perubahan bermakna bagi pembangunan Indonesia.