Dampak Geomorfik Erupsi Gunungapi Samalas 1257: Sebuah Perspektif Geomorfologi Kepesisiran

Geografi

Share this :

Penulis: Bachtiar W. Mutaqin

ISBN: 978-623-359-041-9

Dilihat: 469 kali

Stock: 22

Ditambahkan: 03 February 2022

Buku ini menyajikan data dan informasi baru terkait dampak geomorfik dari letusan gunungapi besar di wilayah kepesisiran, dalam hal ini Lombok bagian timur dan pantai barat Sumbawa. Pertama, buku ini menunjukkan bahwa sejak erupsi tahun 1257 M, bentang alam di bagian timur Lombok masih berkembang hingga saat ini. Volume material vulkanik tahun 1257 M masih tersisa sekitar 14% dari volume awal. Kedua, penemuan Babad Suwung memberikan penjelasan tambahan tentang letusan Samalas dan mungkin menjadi pengamatan visual tertua dari gelombang piroklastik dan letusan gunungapi, setelah Pliny Muda pada 79 Masehi. Terakhir, letusan Gunungapi Samalas tahun 1257 M terbukti hanya memicu tsunami kecil yang tidak signifikan.

Rp105.600,00

Rp132.000,00

Sebagai salah satu erupsi terbesar dalam sejarah letusan Lombok baru-baru ini dan juga dalam kurun waktu 7.000 tahun terakhir, material vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunungapi Samalas pada tahun 1257 M menutupi seluruh Pulau Lombok dan tersebar luas di bagian timurnya. Hampir 800 tahun setelah letusan, dampak geomorfologi dari letusan ini di Pulau Lombok masih belum diketahui, sedangkan konsekuensi iklim dan sosial secara keseluruhan sudah lebih dahulu dipahami. Kombinasi informasi stratigrafi, topografi masa kini, pengukuran geofisika dengan teknik profi I resistivitas dua dimensi, sumber tertulis lokal, serta analisis laboratorium dan komputasi, digunakan untuk memperoleh informasi terperinci mengenai dampak geomorfik letusan Gunungapi Samalas tahun 1257 M di sepanjang Selat Alas, yang terletak di antara Lombok dan Sumbawa, Indonesia.

Buku ini menyajikan data dan informasi baru terkait dampak geomorfik dari letusan gunungapi besar di wilayah kepesisiran, dalam hal ini Lombok bagian timur dan pantai barat Sumbawa. Pertama, buku ini menunjukkan bahwa sejak erupsi tahun 1257 M, bentang alam di bagian timur Lombok masih berkembang hingga saat ini. Volume material vulkanik tahun 1257 M masih tersisa sekitar 14% dari volume awal. Kedua, penemuan Babad Suwung memberikan penjelasan tambahan tentang letusan Samalas dan mungkin menjadi pengamatan visual tertua dari gelombang piroklastik dan letusan gunungapi, setelah Pliny Muda pada 79 Masehi. Terakhir, letusan Gunungapi Samalas tahun 1257 M terbukti hanya memicu tsunami kecil yang tidak signifikan.

 

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Pertama, Februari 2022
  • Tebal 180 halaman (FULL COLOUR)
  • Ukuran 15.5 cm x 23 cm
  • Kode Buku D097
  • Categories Geografi, Sains & Teknologi