Penulis
Photograph
Share
Frans Teguh
Dr. Frans Teguh, MA., CHE., (Fransiskus Xaverius Teguh – akrab disapa Fanci) adalah seorang teknokrat, akademisi, penggiat, dan pemikir pariwisata yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan kebijakan, tata kelola, dan ekosistem kepariwisataan berkelanjutan. Penulis lahir di Kuberu/Ende, NTT, dan tumbuh dengan kedekatan kuat pada nilai lokalitas, budaya, dan lingkungan, nilai-nilai yang kemudian membentuk orientasi keilmuannya dalam kepariwisataan.
Saat ini, penulis menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi. Dalam kariernya di Kementerian Pariwisata, penulis dipercaya mengemban berbagai posisi strategis, antara lain sebagai Pelaksana Tugas Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan (2020, 2022), Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur (2021, 2023), serta Staf Ahli Bidang Kemaritiman (2019). Penulis juga dipercaya memimpin Badan Otorita Labuan Bajo Flores sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama (2019 dan 2024–2025). Selain itu, penulis pernah menjabat sebagai Direktur Manajemen Strategis (2018), Direktur Perancangan Destinasi dan Investasi (2017), Direktur Pembangunan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata (2014), serta Kepala Bagian Perencanaan, Kerja Sama dan Hukum (2004–2013).
Pendidikan formalnya di bidang kepariwisataan ditempuh secara berjenjang, linier, dan konsisten. Penulis meraih gelar Sarjana Sains Terapan bidang Tourism Management dari STP Bandung (1995), Master of Arts in Tourism & Hospitality Management dari Bournemouth University, Inggris (1997), serta Doktor Ilmu Kajian Pariwisata dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat Cum Laude (2012). Kompetensinya diperkuat melalui berbagai pelatihan profesional internasional di bidang pariwisata dan kepemimpinan, seperti Tourism Teaching & Methodology (Italia); Tourism Management (Kanada); Ecotourism (Thailand); Tourism Management (Beijing, Tiongkok), Tourism & Hospitality Competency Standard (Melbourne, Australia), dan IDEAs Leadership (Boton, Amerika Serikat), DMO Management Training, dan MICE Training; serta Certified in Hospitality Educators-AHMA, USA.
Di bidang akademik, penulis telah mengabdikan diri sebagai dosen sejak tahun 1991 di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Sejak 2015, penulis juga menjadi dosen tidak tetap di Universitas Gadjah Mada, Universitas Pelita Harapan, dan Politeknik Pariwisata NHI. Penulis aktif sebagai promotor dan penguji pada program pascasarjana dan doktoral bidang kepariwisataan di UGM, UI, ITB, UNPAD, IPB, UNJ, UPH serta menjadi pemrakarsa pembentukan beberapa inisiatif, antara lain DMO Indonesia, Program Flagship STDev, ISTC, LS-Pro-ISTC, CISTES, VTnet, dan STDev Institute.
Keahlian utamanya terletak pada pengembangan ekosistem kepariwisataan berkelanjutan dan regeneratif, yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, keberlanjutan sosial-budaya, tata kelola dan manajemen, serta penguatan lokalitas. Penulis menjabat sebagai Sekretaris Indonesian Sustainable Tourism Council (ISTC), serta sebagai Auditor Sustainable Tourism untuk standar keberlanjutan dari ISTC & Global Sustainable Tourism Council (GSTC) sejak tahun 2019. Pada level global, penulis menjadi pembicara di beberapa forum UN Tourism, ASEAN, GSTC, Asia Ecotourism Forum, dan dipercaya sebagai Chair Tourism Working Group G20 pada Presidensi Indonesia tahun 2022.
Sebagai penulis dan pemikir, penulis telah menghasilkan sejumlah karya penting, di antaranya buku Tata Kelola Destinasi: Membangun Ekosistem Kepariwisataan (edisi 1)––Penerbit GMU Press (2015 & 2021); Ekosistem Kepariwisataan––Penerbit Kompas (2022), Manajemen Pengunjung Jilid 1 dan Jilid 2––Penerbit Yayasan Obor Indonesia (2022); Ekowisata dan Pariwisata Berkelanjutan (versi bahasa Indonesia) dan Ecotourism & Sustainable Tourism (versi bahasa Inggris)––Penerbit Kompas Gramedia (2013), yang menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik kepariwisataan di Indonesia.
Dalam kehidupan pribadi, penulis didampingi oleh istrinya, Efrina Loura Elisabeth Losu, dan dikaruniai dua putra, yaitu Axtell Giusseppe Ch. Teguh dan Auxiell Benedict Mariafilio A. Teguh. Dengan perpaduan pengalaman teknokrasi, kedalaman akademik, lapangan, dan komitmen terhadap keberlanjutan, penulis terus berkontribusi dalam membentuk navigasi kepariwisataan Indo
© 2015 - 2026 UGM PRESS. All Rights Reserved.
