Detail Produk
Prospek Pemanfaatan Sumber Daya Energi Nuklir dan Mineral Tanah Jarang di Indonesia
Teknik Kimia
Share this :
Penulis: Andang Widi Harto
ISBN: 978-623-359-651-0
Dilihat: 712 kali
Stock: 20
Ditambahkan: 05 May 2026
Indonesia memiliki cadangan tambang logam tanah jarang baik lantanida maupun aktinida. Perkembangan teknologi di bidang nuklir, energi terbarukan, elektronik, listrik dan berbagai teknologi mutakhir lainnya meningkatkan penggunaan unsur-unsur tanah jarang. Dengan demikian, unsur-unsur tanah jarang memiliki potensi ekonomi yang tinggi pada sistem industri masa depan. Akan tetapi nilai ekonomi unsur-unsur tanah jarang jika ditambang dan dijual sebagai bahan mentah pada saat sekarang belum terlalu tinggi. Pertambahan nilai ekonomi yang sangat tinggi anak timbul jika unsur-unsur tanah jarang tersebut telah diolah menjadi material-material yang digunakan pada produk-produk berteknologi tinggi. Sementara itu, U dan Th yang dijual dalam bentuk bahan mentah jugs tidak menimbulkan nilai tanbah ekonomi yang tinggi. Uranium dan thorium harus digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir secara berkelanjutan dan nilai tambah ekonomi tinggi timbul dari tumbuhkan sistem industri yang memanfaatkan energi nuklir. Buku ini memaparkan konsep strategi pemanfaatan sumber daya logam tanah jarang di Indonesia secara untuk memperoleh nilai tambah maksimal.
Rp80.000,00
Rp100.000,00
Dalam pandangan ilmu kimia, logam tanah jarang (rare earth) meliputi semua unsur yang elektron terluarnya mengisi sub orbital f. Pengisian elektron terluar ke orbital f menyebabkan sifat-sifat kimia clan unsur-unsur tersebut sangat mirip. Hal ini menyebabkan unsur-unsur tanah jarang ditemukan secara bersamaan dalam bijih mineralnya. Secara praktis, unsur Y dan Sc yang elektron terluarnya bukan pada sub orbital f dimasukkan dalam kelompok logam tanah jarang karena kemiripan sifat kimianya dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya. Logam tanah jarang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu logam tanah jarang 4f (lantanida) dan logam tanah jarang 5f (aktinida). Unsur Y dan Sc dianggap sebagai lantanida. Unsur tanah jarang aktinida yang terdapat di alam adalah U dan Th yang keduanya merupakan bahan bakar untuk reaktor nuklir. Unsur tanah jarang lantanida terdiri dari La, Ce, Pr, Nd, Pm, Soot, Eu, Gd, Tb, Dy, Flo, Er, Tm, Yb, Lu (yang semuanya termasuk unsur tanah jarang 4f) ditambah Y dan Sc (yang sebenarnya bukan unsur 40).
Indonesia memiliki cadangan tambang logam tanah jarang baik lantanida maupun aktinida. Perkembangan teknologi di bidang nuklir, energi terbarukan, elektronik, listrik dan berbagai teknologi mutakhir lainnya meningkatkan penggunaan unsur-unsur tanah jarang. Dengan demikian, unsur-unsur tanah jarang memiliki potensi ekonomi yang tinggi pada sistem industri masa depan. Akan tetapi nilai ekonomi unsur-unsur tanah jarang jika ditambang dan dijual sebagai bahan mentah pada saat sekarang belum terlalu tinggi. Pertambahan nilai ekonomi yang sangat tinggi anak timbul jika unsur-unsur tanah jarang tersebut telah diolah menjadi material-material yang digunakan pada produk-produk berteknologi tinggi. Sementara itu, U dan Th yang dijual dalam bentuk bahan mentah jugs tidak menimbulkan nilai tanbah ekonomi yang tinggi. Uranium dan thorium harus digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir secara berkelanjutan dan nilai tambah ekonomi tinggi timbul dari tumbuhkan sistem industri yang memanfaatkan energi nuklir. Buku ini memaparkan konsep strategi pemanfaatan sumber daya logam tanah jarang di Indonesia secara untuk memperoleh nilai tambah maksimal.
- Bahasa Teks Buku Indonesia
- Cetakan Pertama, Mei 2026
- Tebal xvi + 232 hlm
- Ukuran 15,5 cm x 23 cm
- Tahun terbit pertama Mei 2026
- Kode Buku P594
- Categories Teknik Kimia, Sains & Teknologi
BUKU TERKAIT
© 2015 - 2026 UGM PRESS. All Rights Reserved.
