Transformasi Aceh Menuju Demokrasi

Sosial & Politik

Share this :

Penulis: Lambang Trijono

ISBN: 978-623-359-042-6

Dilihat: 167 kali

Stock: 22

Ditambahkan: 05 February 2022

Buku ini secara khusus membahas peran partai politik dalam transformasi konflik dan pengembangan demokrasi di Aceh sesudah konflik. Mengambil kasus perubahan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menjadi partai politik, buku ini mengetengahkan keunggulan pendekatan transformasi politik dalam mengatasi konflik dan membangun perdamaian. Dengan menggunakan pendekatan dan metode analisis sosial wacana dalam membaca realitas buku ini memberikan perhatian khusus pada artikulasi politik dan transformasi politik GAM menjadi partai politik.

Rp64.000,00

Rp80.000,00

Transformasi Aceh menuju demokrasi sebagaimana dibahas dalam buku ini merupakan perkembangan politik terkini Aceh dalam perjalanan politik menuju masyarakat demokratis. Perkembangan politik Aceh, sejak revolusi kemerdekaan Republik Indonesia mengalami pasang surut dalam hubungan dengan pemerintah pusat hingga mencapai kesepakatan dalam perjanjian damai Helsinki pada tahun 2005 yang dengan itu daerah Aceh memasuki era baru politik demokrasi.

Buku ini secara khusus membahas peran partai politik dalam transformasi konflik dan pengembangan demokrasi di Aceh sesudah konflik. Mengambil kasus perubahan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menjadi partai politik, buku ini mengetengahkan keunggulan pendekatan transformasi politik dalam mengatasi konflik dan membangun perdamaian. Dengan menggunakan pendekatan dan metode analisis sosial wacana dalam membaca realitas buku ini memberikan perhatian khusus pada artikulasi politik dan transformasi politik GAM menjadi partai politik.

Pembahasan dalam buku ini sampai pada kesimpulan bahwa perubahan GAM menjadi partai politik merupakan penentu berlangsungnya transformasi politik di Aceh. Transformasi politik sedang berlangsung tidak begitu saja berjalan mulus melainkan banyak liku. Keterlibatan mantan GAM dalam pemulihan sesudah bencana dan pemulihan sesudah konflik memberikan pilihan jalan politik individual dan kelembagaan dalam transformasi politik menuju demokrasi.

Demikian itu, membawa perkembangan munculnya formasi politik baru di Aceh sesudah perjanjian damai Helsinki. Transformasi politik melalui jalur individual atau perorangan membuka jalan bagi berkembangnya demokrasi dalam bentuknya yang liberal otonom individual. Sementara itu, transformasi politik melalui jalur kelembagaan dalam pembentukan partai politik membuka jalan bagi berkembangnya demokrasi dalam bentuknya yang liberal otonom sosial plural. Keduanya, sejauh ini telah mengubah Aceh dari konflik menuju pembangunan perdamaian dan perkembangan demokrasi.