Nutrisi Ruminansia: Kepentingan Energi dan Protein

Peternakan

Share this :

Penulis: Kustantinah I.S. Adiwimarta

ISBN: 978-602-386-956-5

Dilihat: 1156 kali

Stock: 21

Ditambahkan: 10 March 2021

Di dalam buku ini dibahas bentuk-bentuk energi yang dimanfaatkan ruminansia, energi intake, dan energi yang diekskresikan dalam feses maupun urine, misalnya energi yang tercerna (digestible energy/DE). Digestible energi (DE) merupa kan energi yang tecerna. Energi tercerna dapat dinyatakan dalam per unit berat (kcal/g) atau dalam persentase gross energy. Meskipun demikian, istilah total digestible energy juga digunakan. TDN (total digestible nutrien) sering digunakan untuk evaluasi bahan pakan, ekspresi kebutuhan nutrien. Sementara itu, penggunaan energi yang termetabolismekan (ME) dibandingkan DE dan TDN mempunyai keuntungan untuk ternak ruminansia.

Rp56.000,00

Rp70.000,00

Pada industri peternakan, pakan mempunyai kontribusi sebesar 70% dari total biaya produksi sehingga mempelajari ketersediaan nutrien dan memperbaiki efisiensi konversi pakan merupakan hal sangat penting. Pada ruminansia yang baru lahir, energi dan protein pakan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi yang cukup tinggi pada dua minggu pertama kehidupannya. Kolostrum yang sangat bagus didapatkan pedet dari menyusu induknya pertama kali sejak lahir. Setelah empat hari, susu disebut susu transisi. Untuk minggu pertama kehidupannya, pedet mendapatkan hampir semua nutrisinya dari susu dan mulai umur empat hari, dapat diberi milkreplacer. Berbeda dari ruminansia dewasa, saat lahir, pada rumen praruminansia tidakterdapat mikroba anaerobic.

Apabila pakan yang diberikan lebih dari satu jenis, akan timbul efek asosiasi, dapat menjadi efek positif maupun efek negatif. Beberapa efek negatif yang terbentuk dapat diminimalkan dengan pengawasan pada pengolahan pakan. VFA adalah sumber energi utama untuk ternak ruminansia. VFA diproduksi pada saat pakan difermentasikan di dalam rumen dan juga diproduksi pada saat fermentasi residu pakan di dalam usus besar meskipun hal ini pada umumnya hanya sedikit dibandingkan dengan total VFA yang diproduksi di rumen. Metabolisme basal pada umumnya didefinisikan sebagai produksi panas pada ternakdalam lingkungan thermoneutral. Walaupun kondisi ini sangat sulit dicapai ternak, dapat untuk mengukur metabolisme pada saat puasa karena pada umumnya ternak dipelihara di dalam ruangan respirasi (tertutup) dengan aktivitas sangat terbatas.

Di dalam buku ini dibahas bentuk-bentuk energi yang dimanfaatkan ruminansia, energi intake, dan energi yang diekskresikan dalam feses maupun urine, misalnya energi yang tercerna (digestible energy/DE). Digestible energi (DE) merupa kan energi yang tecerna. Energi tercerna dapat dinyatakan dalam per unit berat (kcal/g) atau dalam persentase gross energy. Meskipun demikian, istilah total digestible energy juga digunakan. TDN (total digestible nutrien) sering digunakan untuk evaluasi bahan pakan, ekspresi kebutuhan nutrien. Sementara itu, penggunaan energi yang termetabolismekan (ME) dibandingkan DE dan TDN mempunyai keuntungan untuk ternak ruminansia.

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Pertama, Februari 2021
  • Tebal 200 halaman
  • Ukuran 15,5 cm x 23 cm
  • Kode Buku N013
  • Categories Peternakan, Agro & Fauna