Detail Produk
Suplementasi Mikronutrien untuk Remaja: Perlukah
Kesehatan
Share this :
Penulis: Endy P. Prawirohartono
ISBN: 978-623-359-646-6
Dilihat: 375 kali
Stock: 30
Ditambahkan: 31 December 2025
Mikronutrien terdiri atas 13 macam vitamin dan 16 macam mineral yang masing-masing mempunyai fungsi yang spesifik di dalam metabolisme dengan angka kecukupan yang berbeda pula. Pemenuhan kecukupan mikronutrien pada remaja menjadi lebih sulit karena diet remaja itu buruk, termasuk asupan makanan olahan yang tidak sehat. Dampak asupan mikronutrien yang buruk tersebut menyebabkan gangguan tumbuh kembang, obesitas, gangguan metabolisme, dan masalah pubertas.
Rp62.400,00
Rp78.000,00
Pertanyaan yang sering muncul adalah, "Apakah remaja memerlukan suplementasi mikronutrien?". Jawabnya terletak pada fakta yang menunjukkan bahwa remaja sedang mengalami tumbuh kembang yang pesat yang memerlukan energi dan nutrien, termasuk mikronutrien yang cukup untuk mendukungnya. Masalah berikutnya ialah informasi tentang suplementasi mikronutrien harustersedia karena remaja mempunyai kemampuan mengakses informasi sendiri untuk berbagai keperluan, misal menunjang kebugaran, meningkatkan prestasi sekolah dan olahraga, memperbaiki penampilan fisik atau kecantikan, dan menjaga kesehatan tubuh.
Mikronutrien terdiri atas 13 macam vitamin dan 16 macam mineral yang masing-masing mempunyai fungsi yang spesifik di dalam metabolisme dengan angka kecukupan yang berbeda pula. Pemenuhan kecukupan mikronutrien pada remaja menjadi lebih sulit karena diet remaja itu buruk, termasuk asupan makanan olahan yang tidak sehat. Dampak asupan mikronutrien yang buruk tersebut menyebabkan gangguan tumbuh kembang, obesitas, gangguan metabolisme, dan masalah pubertas.
Masalah kecukupan mikronutrien berupa kekurangan atau kelebihan. Namun demikian, kekurangan mikronutrien lebih sering dijumpai. Berdasarkan penelitian di berbagai negara remaja mengalami kekurangan vitamin A, D, B-12, folat, besi, kalsium, zink, dan selenium. Hasil penelitian di Indonesia juga menunjukkan data serupa, bahkan kekurangan mikronutrien tertentu mencapai 90% dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan.
Kekurangan mikronutrien ini perlu mendapatkan perhatian, terutama untuk remaja perempuan, karena mereka akan melahirkan anak-anak generasi penerus bangsa. Kekurangan mikronutrien dapat diatasi dengan edukasi makanan bergizi, suplementasi, fortifikasi, biofortifikasi, dan rekayasa genetik. Dari semuanya, edukasi makanan bergizi dan suplementasi dianggap menghasilkan hasil yang lebih baik pada saat ini.
- Bahasa Teks Buku Indonesia
- Cetakan Pertama, Oktober 2025
- Tebal xxii, 150 hlm
- Ukuran 15,5 cm x 23 cm
- Tahun Terbit Pertama Oktober 2025
- Kode Buku S161
- Categories Kesehatan, Kesehatan & Kedokteran
BUKU TERKAIT
© 2015 - 2026 UGM PRESS. All Rights Reserved.
