Dari Ancak Ke Ancak Buruh Jawa di Perkebunan Sumatera Utara Pada Masa Orde Baru

Budaya

Share this :

Penulis: Sjafri Sairin

ISBN: 979-420-940-6

Dilihat: 4059 kali

Ditambahkan: 18 July 2014

Penelitian yang dilakukan oleh tim Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara pada 1983 menyimpulkan bahwa upah yang diterima buruh perkebunan di Sumatera Utara cukup rendah, dan relatif tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Rp33.000,00

Rp55.000,00

Penelitian yang dilakukan oleh tim Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara pada 1983 menyimpulkan bahwa upah yang diterima buruh perkebunan di Sumatera Utara cukup rendah, dan relatif tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Hasil penelitian ini melahirkan pernyataan mengapa buruh Jawa yang merupakan porsi terbesar buruh perkebunan di daerah itu masih rela dan tetap bertahan untuk bekerja di perkebunan dengan upah yang rendah, sedangkan buruh Cina dan India sudah lama meninggalkan pekerjaan itu? Sikap yang berbeda ditunjukkan oleh para buruh Jawa, mereka dari satu generasi ke generasi berikutnya tetap memilih untuk bekerja di perkebunan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 1985, buku ini mencoba menjawab pertanyaan pokok itu. Tidak mungkin dihindari jika kemudian buku ini ketika diterbitkan lebih merupakan sebuah monografi sejarah sosial kehidupan buruh perkebunan di Sumatera Utara, khususnya buruh perkebunan kelapa sawit, pada waktu itu yaitu masa pemerintahan Orde Baru. Dari studi ini dapat dijelaskan bahwa latar belakang kebudayaan Jawa memainkan peranan penting dalam memengaruhi buruh Jawa untuk tetap memilih bekerja di perkebunan. Berbagai faktor internal perkebunan ternyata tidak cukup kuat untuk mendorong mereka keluar meninggalkan perkebunan. Kondisi ini diikuti pula oleh kondisi sosial ekonomi di luar perkebunan yang relatif tidak kondusif untuk menjadi faktor penarik bagi mereka untuk keluar.