Bioetanol: Bahan Baku, Teknologi, dan Konversi Energi

Teknik Kimia

Share this :

Penulis: Arief Budiman , dkk.

ISBN: -

Dilihat: 91 kali

Stock: 0

Ditambahkan: 15 July 2024

Rp0,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Buku ini menyajikan pembahasan komprehensif mengenai perkembangan teknologi produksi bioetanol dari generasi pertama hingga ketiga, serta konversi lanjutannya menjadi biofuel dan biokimia. Pada bab pertama, pembahasan dimulai dengan bioetanol generasi pertama berbasis gula dari bahan seperti tebu, bit, dan nira. Proses fermentasi dengan Saccharomyces cerevisioe dijelaskan secara rinci, termasuk mode fermentasi (batch, semi-kontinyu, dan kontinyu), serta faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi produksi. Pemurnian melalui distilasi dan dehidrasi juga dijabarkan Bab kedua berfokus pada bahan dari pati seperti jagung, singkong, gandum, dan kentang. Struktur pati (amilosa dan amilopektin) dijelaskan sebagai dasar untuk proses konversi menjadi gula melalui gelatinisasi, likuifaksi, dan sakarifikasi. Pendekatan fermentasi yang dibahas meliputi SHF (separate hydrolysis and fermentation), SSF (simultaneous saccharification and fermentation), serta CBP (consolidated bioprocessing). Penekanan khusus diberikan pada peran enzim seperti a-amilase dan pululanase serta tantangan optimasi fermentasi menggunakan mikroorganisme terpilih maupun rekayasa. Memasuki bab ketiga, buku ini mengeksplorasi potensi biomassa lignoselulosa seperti jerami, bagasse, dan limbah pertanian sebagai bahan baku generasi kedua. Struktur kompleks lignin menjadi tantangan utama dalam proses konversi, sehingga perlu pretreatment seperti mikrowave, ozonasi, dan ultrasonik. Disampaikan pula penggunaan enzim selulase dan hemiselulase untuk hidrolisis, serta pemanfaatan mikroba rekayasa untuk fermentasi gula CS dan C6. Sementara itu, bab keempat mengulas bioetanol generasi ketiga dari mikroalga dan makroalga. Topik meliputi sistem kultivasi (kolam terbuka dan fotobioreaktor), teknik pemanenan, pengeringan, serta pendekatan biorefinery yang memungkinkan produksi bioetanol bersama senyawa bioaktif lainnya. Dua bab terakhir memperluas cakupan buku pada aspek hilir produksi. Bab kelima membahas teknologi pemurnian bioetanol, mulai dari distilasi azeotropik dan ekstraktif hingga teknologi membran dan sistem hibrida. Evaluasi keekonomian dan efisiensi proses menjadi bagian penting dalam penentuan metode pemurnian yang optimal. Bab keenam memperkenalkan konversi bioetanol menjadi berbagai biofuel dan biochemical bernilai tinggi, seperti etilena, butanol, dan bensin sintetis, melalui jalur reaksi seperti ethonol-to-gosoline (ETG) dan reaksi Guerbet. Buku ini menjadi referensi penting bagi pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar terbarukan dan platform molekul dalam ekonomi biosirkular.