Ekosistem Gambut Indonesia: Penyangga Kehidupan dan Lingkungan

Kehutanan

Share this :

Penulis: Muhammad Noor , Akhmad Rizalli Saidy , Acep Akbar

ISBN: 978-623-359-701-2

Dilihat: 421 kali

Stock: 20

Ditambahkan: 06 May 2026

Buku Ekosistem Gambut Indonesia: Penyangga Kehidupan don Lingkungan ini disusun secara komprehensif terdiri atas 11 bab utama. Bab 1, 2, 3, dan 4 berurutan mengemukakan pengertian potensi, sifat tanah, tutupan lahan, hidrologi, bentang lahan ekosistem gambut. Bab 5, 6, dan 7 mengemukakan hubungan ekosistem gambut dengan keanekaragaman hayati, pengembangan pertanian, dan perubahan iklim. Bab 8, 9, dan 10 mengemukakan kaitan ekosistem gambut dengan masyarakat lokal, kebakaran lahan, dan dunia internasional. Bab 11 sebagai penutup, menegaskan bahwa gambut merupakan penyangga kehidupan dan lingkungan sehingga penting dan mutlak pengelolaan secara bijak, lestari, dan berkelanjutan. Buku ini diharapkan dapat memberikan pandangan dan pencerahan kepada pembuat kebijakan, pengajar, mahasiswa, peneliti, penyuluh, dan pemerhati tentang fungsi, nilai, pengelolaan, dan perlindungan ekosistem gambut dalam berbagai perspektif.

Rp113.600,00

Rp142.000,00

Ekosistem gambut selalu menarik perhatian. Kawasan ekosistem gambut dari tahun ke tahun semakin mengalami penyusutan. Luas ekosistem gambut Indonesia terbesar keempat di dunia. Dalam kurun waktu 40 tahun (1980-2020,) sekitar 52% area ekosistem gambut hilang. Dari 26,50 juta hektare pada tahun 1980an, kini hanya tersisa 12,59 juta hektare. Apabila 1 juta hektare gambut dapat menampung air sekitar 88,60 juta liter, kita kehilangan potensi air sebesar 1,20 miliar liter setara dengan 240 ribu truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Apabila 1 juta hektar gambut dapat menyimpan (stok) karbon sekitar 6.380 t karbon, kita kehilangan karbon sekitar 17 gt (gigaton) karbon (C). Kehilangan gambut tersebut, apabila dirunut, sama dengan kehilangan ribuan pohon kayu hutan, burung, ikan, madu, dan flora- fauna lainnya yang nilainya niscaya mencapai lebih besar dari Rp271 triliun, yaitu nilai kerugian lingkungan yang dikorupsi dari tambangtimah.

Pemanfaatan lahan gambut untuk kesejahteraan masyarakat, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pemukiman, jalan, gedung, dan lainnya dipastikan semakin luas ke depan untuk menyuplai kebutuhan hidup dan pelayanan sosial masyarakat. Pemerintah telah menetapkan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Nasional sejak tahun 2020. Perangkat daerah, pemangku kebijakan, dan masyarakat perlu memberikan perhatian terhadap rencana (RPPEG) di atas.

Buku Ekosistem Gambut Indonesia: Penyangga Kehidupan don Lingkungan ini disusun secara komprehensif terdiri atas 11 bab utama. Bab 1, 2, 3, dan 4 berurutan mengemukakan pengertian potensi, sifat tanah, tutupan lahan, hidrologi, bentang lahan ekosistem gambut. Bab 5, 6, dan 7 mengemukakan hubungan ekosistem gambut dengan keanekaragaman hayati, pengembangan pertanian, dan perubahan iklim. Bab 8, 9, dan 10 mengemukakan kaitan ekosistem gambut dengan masyarakat lokal, kebakaran lahan, dan dunia internasional. Bab 11 sebagai penutup, menegaskan bahwa gambut merupakan penyangga kehidupan dan lingkungan sehingga penting dan mutlak pengelolaan secara bijak, lestari, dan berkelanjutan. Buku ini diharapkan dapat memberikan pandangan dan pencerahan kepada pembuat kebijakan, pengajar, mahasiswa, peneliti, penyuluh, dan pemerhati tentang fungsi, nilai, pengelolaan, dan perlindungan ekosistem gambut dalam berbagai perspektif.

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Pertama, April 2026
  • Tebal xxxviii + 242 hlm
  • Ukuran 15,5 cm x 23 cm
  • Tahun terbit pertama April 2026
  • Kode Buku E158
  • Categories Kehutanan, Pertanian, Agro & Fauna