Epidemiologi Zoonosis di Indonesia

Peternakan

Share this :

Penulis: Dyah Ayu Widiasih, Setyawan Budiharta

ISBN: 979-420-794-2

Dilihat: 4429 kali

Ditambahkan: 17 September 2012

Penyakit infeksi biasanya melibatkan paling tidak dua organism, yakni agen penyebab dan hospes. Disamping itu, lingkungan (beberapa ahli bahkan memasukkan agen sebagai bagian dari lingkungan) ikut menentukan terjadinya infeksi atau penyakit yang bersangkutan, atau gagalnya interaksi antara agen penyebab dan hospes.

Rp102.375,00

Rp157.500,00

Penyakit infeksi biasanya melibatkan paling tidak dua organism, yakni agen penyebab dan hospes. Disamping itu, lingkungan (beberapa ahli bahkan memasukkan agen sebagai bagian dari lingkungan) ikut menentukan terjadinya infeksi atau penyakit yang bersangkutan, atau gagalnya interaksi antara agen penyebab dan hospes. Pemahaman dinamika penyakit tertentu, karenanya, melibatkan pemahaman system interaksi yang seringjkali kompleks antar organisme yang paling langsung terlibat dalam penularan penyakit. Nampaknya, ecologist merupakan pasangan yang paling cocok bagi dunia kesehatan termasuk epidemiologist, dokter, dan dokter hewan.

Sederetan bukti lain juga memberikan fakta bahwa pemahaman perspektif ekologi sangat membantu pemahaman dan manajemen penyakit. Misalnya, pada umumnya telah disetujui, lebih dari 75% patogen manusia yang muncul baru merupakan zoonosis, artinya ditularkan pada atau ke lebih dari satu spesies hospes dengan manusia sebagai salah satu dari hopses tersebut. Jadi, secara ringkas, untuk meningkatkan kemampuan dan keberhasilan meramal kejadian, dinamika, dan konsekuensi penyakit infeksi diperlukan (1) integrasi pengetahuan tinggi sistem ekologi dengan ilmu biomedis, dan (2) identifikasi prinsip-prinsip yang mendasari dinamika sistem penyakit.