Diagnosis dan Terapi Tuberkulosis secara Inhalasi

Kedokteran Umum

Share this :

Penulis: Antonia Morita Iswari Saktiawati , Sumardi

ISBN: 978-602-386-941-1

Dilihat: 69 kali

Ditambahkan: 04 February 2021

Buku ini memaparkan mengenai dasar pemikiran tes napas dan terapi secara inhalasi, jenis-jenis tes napas untuk mendiagnosis tuberkulosis beserta kelebihan dan kekurangannya, alat dan teknik pengobatan secara inhalasi, perkembangan tes napas dan terapi inhalasi hingga saat ini, serta tantangan dan perspektif masa depan diagnosis dan terapi secara inhalasi.

Rp47.600,00

Rp68.000,00

Tuberkulosis menyebar dengan mudah dari orang ke orang melalui udara, dan sebelum pandemi COVID-19, masih menjadi penyakit infeksi pembunuh nomor satu di dunia. Pandemi COVID-19 berpotensi menurunkan angka diagnosis tuberkulosis dan meningkatkan angka kematian akibat tuberkulosis. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia termasuk dalam tiga negara dengan beban tuberkulosis terbesar di dunia. Banyak pasien di Indonesia tinggal di daerah dengan akses yang sulit ke fasilitas perawatan kesehatan, dan mengalami kesulitan melakukan tes dahak untuk diagnosis tuberkulosis. Selain itu, sekitar 80% infeksi tuberkulosis terletak di saluran pernapasan sebagai pintu masuk utama Mycobacterium tuberculosis, tetapi pengobatan tuberkulosis masih dilakukan secara oral (obat diberikan melalui mulut) atau secara intravena (obat diberikan melalui suntikan) dan memberikan banyak efek samping ke bagian tubuh yang lain, seperti iritasi lambung dan peradangan hati. Sejak zaman Hippocrates (460-370 SM), telah disadari bahwa beberapa penyakit dapat dikenali melalui napas. Obat inhalasi telah dikembangkan untuk beberapa penyakit pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis. Oleh karena itu, diagnosis dan terapi tuberkulosis melalui inhalasi menjadi suatu pendekatan yang masuk akal dan menarik untuk dikembangkan. Bagaimanakah konsep kerja tes napas dan terapi secara inhalasi? Bila hal ini sangat menjanjikan, mengapa hingga saat ini diagnosis dan terapi tuberkulosis belum dilakukan melalui inhalasi?

Dalam buku ini, penulis mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Buku ini memaparkan mengenai dasar pemikiran tes napas dan terapi secara inhalasi, jenis-jenis tes napas untuk mendiagnosis tuberkulosis beserta kelebihan dan kekurangannya, alat dan teknik pengobatan secara inhalasi, perkembangan tes napas dan terapi inhalasi hingga saat ini, serta tantangan dan perspektif masa depan diagnosis dan terapi secara inhalasi.

Buku Diagnosis dan Terapi Tuberkulosis secara Inhalasi penting dan patut dibaca peneliti, penyuluh, pemerhati, civitas akademika, penyusun kebijakan, dan para pemangku kepentingan yang terkait dengan bidang kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat sebagai pengetahuan dan inspirasi dalam pengembangan diagnosis dan terapi tuberkulosis, dan penanggulangan penyakit infeksi pada umumnya.