PELUNCURAN BUKU: DI BALIK LENSA KATA
Details
  • April 17, 2017

PELUNCURAN BUKU: DI BALIK LENSA KATA

Pembaca UGM Press dan masyarakat luas menyambut baik terbitnya seri buku Antologi Puisi Fotografi berjudul “Di Balik Lensa Kata”. Dua penulis, yakni Dr. Novi Indrastuti, M.Hum., Staf Pengajar di Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UGM dan Prof. Dr. Harno Dwi Pranowo, M.Si., Guru Besar Departemen Kimia Fakultas MIPA UGM, berkolaborasi dalam peluncuran buku tersebut di Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis Km 8,5 Bantul, Yogyakarta pada hari Jumat, 21 April 2014.

Novi Indrastuti menjelaskan, Antologi Puisi Fotografi diciptakan atas dasar kesadaran akan tingginya kadar kemanfaatan karya kreatif bagi kehidupan manusia. Melalui antologi puisi ini, penyair ingin berbagi perbendaharaan pengalaman karena pada hakikatnya puisi merupakan ekspresi jiwa penyair yang diperoleh melalui berbagai pengalaman dalam dinamika perjalanan hidupnya dan dituangkan dalam bahasa yang indah, padat, dan kaya makna.

Sementara itu, menurut Harno Dwi Pranowo, upaya menggabungkan dua media kreatif, yaitu fotografi dan puisi menjadi awal terciptanya antologi pusi fotografi ini. “Saling memperkuat dalam balutan sinergi ini menjadikan karya fotografi memberikan sentuhan dan penguatan terhadap sebuah puisi, demikian juga karya puisi menghasilkan makna lebih kuat dengan kehadiran sebuah karya fotografi. Kreativitas dalam menghasilkan karya baru ini diharapkan dapat memberikan dorongan dalam terwujudnya dokumentasi terhadap sebuah karya,” ujar Harno Dwi Pranowo.

Selain itu, dalam acara tersebut akan tampil seorang Guru Besar, sastrawan, dan juga dikenal sebagai kritikus sastra, yaitu Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo, dan seorang dokter spesialis mata yang mencintai puisi, dr. Halida Wibawaty, Sp.M.

Kemudian, Ita Fauzia Hanoum akan tampil membacakan puisi karya Novi Indrastuti. Pembaca puisi yang lain, yaitu Supra Wimbarti dan Ummu Fatimah Ria Lestari. Selanjutnya, Ramu Rima, seorang mahasiswa Sastra Indonesia FIB UGM, juga akan tampil dengan musikalisasi puisi.

“Puisi dan fotografi merupakan dua bidang kerja kreatif yang memiliki kekhususan dalam penciptaan. Saya sampaikan penghargaan yang tinggi kepada penyair dan fotografer yang telah melahirkan karya sinergis ini untuk menyemarakkan kegiatan kreatif di tanah air. Semoga masyarakat dapat menerima manfaat sekaligus memberikan apresiasi terhadap karya ini,” ujar Dr. Ing. Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) RI. (UGM Press/Irw).