Tata Kelola Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kajian Awal

Sosial & Politik

Share this :

Penulis: Wawan Mas’udi (editor) , Poppy S. Winanti (Editor)

ISBN: 978-602-386-878-0

Dilihat: 386 kali

Ditambahkan: 13 June 2020

Pandemi global COVID-19 telah melahirkan kegamangan tata kelola penanganan di hampir semua negara, terlepas dari apapun tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi serta karakter politiknya. Sistem manajemen krisis standar kehilangan relevansi, memaksa pemerintah mengambil kebijakan yang cenderung trial and error. Indonesia menghadapi tantangan serupa. Situasi ini diperparah dengan adanya politisasi pandemi dan sikap abai atas science di awal krisis serta kapasitas ekonomi dan sistem pelayanan kesehatan yang terbatas. Buku yang terdiri dari 18 Bab dan ditulis oleh 37 dosen/peneliti lintas Fakultas Universitas Gadjah Mada ini menunjukkan sisi gamang yang melanda semua aktor dan sektor dalam merespon.

Rp60.000,00

Rp120.000,00

Pandemi global COVID-19 telah melahirkan kegamangan tata kelola penanganan di hampir semua negara, terlepas dari apapun tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi serta karakter politiknya. Sistem manajemen krisis standar kehilangan relevansi, memaksa pemerintah mengambil kebijakan yang cenderung trial and error. Indonesia menghadapi tantangan serupa. Situasi ini diperparah dengan adanya politisasi pandemi dan sikap abai atas science di awal krisis serta kapasitas ekonomi dan sistem pelayanan kesehatan yang terbatas. Buku yang terdiri dari 18 Bab dan ditulis oleh 37 dosen/peneliti lintas Fakultas Universitas Gadjah Mada ini menunjukkan sisi gamang yang melanda semua aktor dan sektor dalam merespon. Namun di tengah kegagapan tersebut, muncul kekuatan dan inisiatif berbagai pihak, terutama masyarakat. Inisiatif yang mencerminkan menguatnya solidaritas di level sub nasional, nasional, dan global. Buku ini juga menggambarkan dunia tidak akan lagi sama pasca COVID-19. Di satu sisi, COVID-19 menghadirkan peluang perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang lebih setara dan berkelanjutan. Namun di sisi lain, krisis COVID-19 dapat pula dimanfaatkan oligarki lama untuk bertahan atau justru melahirkan oligarki baru yang mengkapitalisasi peluang akibat pandemi, yang akan berujung pada hadirnya struktur ketimpangan baru.

COVID-19 tidak bisa direduksi menjadi persoalan teknis medis dan public health saja. Segenap respon terhadap COVID-19 di hampir semua dimensi membuktikan bahwa pandemi ini membawa masalah politik dan tata kelola. Buku ini memberikan uraian bagaimana Krisis COVID-19 merupakan masalah yang hanya bisa diatasi dengan perbaikan tata kelola publik yang lebih komprehensif dan inklusif —Jonathan Lassa, Senior Lecturer Charles Darwin University

Buku ini terbit pada saat yang tepat, dan memotret dengan tajam sebuah sequence awal dari pandemi COVID-19. Dengan keragaman sudut pandang, detail informasi, serta analisis yang segar, buku ini memberikan peta bagi siapa saja yang ingin memahami dimensi sosial dan politik dari kebijakan Indonesia dalam menghadapi bencana non-alam terbesar selama satu abad terakhir. —Nezar Patria, Pemimpin Redaksi The Jakarta Post

Luar Biasa! Fisipol UGM dapat mewujudkan buku yang komprehensif tentang COVID-19 dalam waktu singkat. Apresiasi tersebut wajar diperoleh, karena fenomena COVID-19 adalah fenomena yang memaksa kita belajar dengan super cepat. Menuliskan pengalaman serta mengkajinya merupakan sumbangan luar biasa bagi pengelolaan pandemi ini. Poin inilah yang membuat buku ini menarik dibaca. Dinamika pandemi masih bergerak, karenanya pasti akan ada kajian-kajian lanjutan yang meneruskan buah pikiran yang telah ditulis dalam buku ini. —Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., SpOG(K)., PhD, Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM.

Buku yang penting sebagai "one stop shop" untuk banyak pihak. Memberi kerangka pada hal-hal tentang COVID-1 9 yang selama ini diberitakan secara terpisah – dari tata kelola kesehatan di tingkat internasional, sampai bagaimana masyarakat bergerak di tingkat lokal; dari bagaimana universitas merespons, sampai bagaimana langkah BUMN. Dan yang sangat krusial adalah kajian tentang kelompok marginal dan modal sosial kita. Buku ini mengingatkan kita tentang keterkaitan. Pemimpin populis yang tidak mendasari kebijakan pada ilmu pengetahuan sangat mempengaruhi kesiapan negerinya menghadapi pandemi ini. Buku ini terbit tepat pada saat dia dibutuhkan. Selamat! —Sandra Hamid, Country Representative The Asia Foundation Indonesia

Sebagai kajian awal, buku ini telah berhasil merekam respons dan penanganan COVID-19 dengan memberikan perspektif multidimensi dan multidisiplin di tengah masyarakat dan pemerintah yang terjebak di isu kesehatan. Jadi sangat layak untuk jadi referensi dalam perbaikan tata kelola sektor kesehatan yang holistik —Abetnego Tarigan, Plt. Deputi 2 Kepala Staf Kepresidenan