Mitos di Balik Film Laga Amerika

Sosial & Politik

Share this :

Penulis: Ida Rochani Adi

ISBN: 979-420-675-X

Dilihat: 4182 kali

Ditambahkan: 01 March 2008

Perubahan dan pelestarian mitos innocence yang terungkapkan dengan tanda-tanda dalam film tidaklah mengubah daya tarik film terhadap orang dari berbagai bangsa. Meskipun mitos innocence berawal dari mitos kultural, mitos ini mengandung unsur-unsur yang universal. Terlebih, nilai yang ditawarkan menyangkut masalah primer, yaitu eksistensi dasar manusia. Hal tersebutlah yang menyebabkan mitos innocence dapat selalu muncul dan menarik bagi setiap orang karena kehidupan manusia tidaklah dapat lepas dari prinsip atau nilai luhur manusia.

Rp21.725,00

Rp39.500,00

Cara pandang manusia berubah sejalan dengan perkembangan jaman. Permasalahan yang banyak dianggap menjadi pemicu perkembangan adalah teknologi. Segala akses masuk ke dalam dimensi tradisional dan spiritual terlihat hilang karena teknologi. Film sebagai suatu produknya yang secara eksklusif memanfaatkan teknologi sering dianggap sebagai agen perubahan dalam suatu masyarakat meninggalkan nilai-nilai tradisional adalah film laga Amerika. Salah satu nilai tradisional Amerika yang dinilai mengawali keberadaan Amerika adalah nilai-nilai, kepercayaan, atau ide yang dikenal dengan mitos innocence. Terdapat asumsi umum bahwa kehidupan di Amerika kini berada jauh dari nilai-nilai innocence.

Jika dalam mitos-mitos innocence, teknologi selalu dibenturkan dengan alam yang membawa sifat-sifat innocence, di dalam film pandangan ini berubah. Teknologi dan akal pikiran merupakan bagian dari kenyataan yang tidak selalu berbenturan dengan alam atau innocence, dan akal pikiran tidak selalu bertolak belakang dengan hati nurani. Perubahan dan pelestarian mitos innocence yang terungkapkan dengan tanda-tanda dalam film tidaklah mengubah daya tarik film terhadap orang dari berbagai bangsa. Meskipun mitos innocence berawal dari mitos kultural, mitos ini mengandung unsur-unsur yang universal. Terlebih, nilai yang ditawarkan menyangkut masalah primer, yaitu eksistensi dasar manusia. Hal tersebutlah yang menyebabkan mitos innocence dapat selalu muncul dan menarik bagi setiap orang karena kehidupan manusia tidaklah dapat lepas dari prinsip atau nilai luhur manusia.