Bioteknologi Inseminasi Buatan pada Domba dan Kambing

Peternakan

Share this :

Penulis: Ismaya , Novia Dimar Dwitarizki

ISBN: 978-602-386-435-5

Dilihat: 99 kali

Ditambahkan: 18 November 2019

Buku ini membahas mengenai bioteknologi Inseminasi Buatan (IB) atau masyarakat pada umumnya mengenal dengan sebutan kawin suntik, mulai dari tujuan dan manfaat IB, faktor penentu keberhasilan IB, anatomi dan fisiologi organ reproduksi ternak, teknik penampungan serta evaluasi semen, proses semen cair dan beku, kontrol estrus pada kambing dan domba, teknik IB, hingga diagnosa kebuntingan pada kambing dan domba.

Rp46.750,00

Rp55.000,00

Bioteknologi reproduksi memainkan peran yang semakin penting dalam produksi dan manajemen ternak. Dari semua bioteknologi reproduksi, inseminasi buatan adalah teknik bioteknologi yang telah memberikan dampak yang paling besar pada produksi ternak. Inseminasi buatan dapat dianggap telah digunakan secara luas dan telah memberikan kontribusi yang paling signifikan terhadap peningkatan genetik di seluruh dunia. Kambing dan domba adalah spesies ternak domestik yang mudah digunakan untuk aplikasi dan investigasi karena memiliki nilai komersial produk yang bermacam-macam, disamping juga memiliki interval beranak yang singkat dibandingkan sapi, yang merupakan spesies ternak yang dominan. Penerapan bioteknologi reproduksi pada kambing dan domba diterapkan untuk meningkatkan efisiensi reproduksi.

Buku ini membahas mengenai bioteknologi Inseminasi Buatan (IB) atau masyarakat pada umumnya mengenal dengan sebutan kawin suntik, mulai dari tujuan dan manfaat IB, faktor penentu keberhasilan IB, anatomi dan fisiologi organ reproduksi ternak, teknik penampungan serta evaluasi semen, proses semen cair dan beku, kontrol estrus pada kambing dan domba, teknik IB, hingga diagnosa kebuntingan pada kambing dan domba. Inseminasi buatan pada kambing dan domba adalah sebuah teknik dimana semen dikoleksi dari kambing atau domba jantan dan dideposisikan oleh petugas khusus IB pada saluran reproduksi kambing atau domba betina pada waktu yang tepat. Semen yang akan digunakan diproses terlebih dahulu, setelah koleksi dan evaluasi maka semen yang memenuhi standar yang diperlukan diencerkan untuk meningkatkan volume sehingga dapat memberikan banyak dosis untuk di IB. Pengenceran semen menggunakan bahan pengencer yang akan memberikan nutrisi pada spermatozoa menyediakan lingkungan yang baik untuk daya tahan hidupnya. Penggunaan bioteknologi IB dapat meningkatkan jumlah betina yang dapat dikawinkan dalam satu waktu, dan dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik melalui program sinkronisasi estrus, serta meningkatkan perkembangan genetik dan efisiensi reproduksi.

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Pertama, November 2019
  • Tebal 140 halaman
  • Ukuran 15,5 cm x 23 cm
  • Kode Buku B095
  • Categories Peternakan, Agro & Fauna