Bentuk-Bentuk Penerapan E-Goverment di Pemerintah: Peluang dan Tantangan

Monografi

Share this :

Penulis: Ely Susanto , Ilham Nur Hidayat , Salsabila Firdausy

ISBN: 978-602-386-290-0

Dilihat: 73 kali

Ditambahkan: 15 May 2018

Tuntutan pengembangan e-government di era digital memunculkan urgensi bagi siapa pun termasuk pemda untuk terus melakukan inovasi berbasis TIK termasuk muiai munculnya kota-kota yang mengembangkan konsep smart city dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di semua level pemerintahan.

Rp 30.000,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Perkembangan teknologi lnlorrnasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan dan menerapkan ilK dalam bentuk konkret yang diejawantahkan dalam konsep electronic government (selanjutnya disingkat dengan e-government). Konsep e-government secara ringkas diterjemahkan sebagai penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah dengan pola hubungan yang terjadi antara pemerintah dengan pemerintah, pemerintah dengan masyarakat, pemerintah dengan sektor bisnis, serta pemerintah dengan birokrat (Scholl, 2015).

Tuntutan pengembangan e-government di era digital memunculkan urgensi bagi siapa pun termasuk pemda untuk terus melakukan inovasi berbasis TIK termasuk muiai munculnya kota-kota yang mengembangkan konsep smart city dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di semua level pemerintahan. E-government tidak sekedar bagaimana pemerintah daerah menggunakan sarana internet untuk menyediakan jasa kepada masyarakat, seperti melalui email dan website pemerintah, namun juga bagaimana sektor bisnis menyesuaikan diri dengan pemerintah dalam konteks hubungan yang ia bina, serta bagaimana pemerintah mengubah pola interaksi antarsektor bisnis (Leach, 2014). Keterlibatan sektor bisnis dalam upayanya bersama pemerintah melakukan percepatan terwujudnya visi e-government menjadi aspek kolaboratif yang krusial dan strategis.

Seiring dengan semakin kompleksnya kegiatan penyelenggaraan tugas pemerintahan dibutuhkan berbagai macam aplikasi atau sistem informasi untuk menunjang kecepatan pelayanan kepada masyarakat. Konsekuensinya, pemerintah daerah mau tidak mau harus siap menghadapi tantangan ini. Beberapa contoh kesiapan pemda adalah menyediakan berbagai macam infrastrukur yang menunjang pelayanan publik berbasis TIK dari mulai hardware, software maupun brainware. Dari sisi hardware dan software, kepadatan lalu lintas database memerlukan server dan media penyimpanan yang besar. Salah satu fasilitas yang sedang menjadi tren dan dinilai lebih efisien yang dapat digunakan saat ini adalah sistem penyimpanan awan (cloud storage). Media virtual ini memungkinkan pemerintah dapat mengelola big data dengan lebih efisien dan efektif. Melalui sistem penyimpanan ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional pengelolaan data. Pengelolaan data diharapkan lebih efektif karena semua database terintegrasi dalam sistem penyimpanan virtual yang terjamin keamanannya secara fisik. Fasilitas layanan jasa komputasi awan (cloud computing) juga didesain sedemikian rupa agar pemerintah bisa lebih fleksibel dalam mengelola dan menggunakannya.