Analisis Bencana Untuk Menunjang Pembangunan Daerah: Studi Kasus Batang

Lingkungan

Share this :

Penulis: Muh. Aris Marfai , Suprapto Dibyosaputro , Hendy Fatchurohman

ISBN: 978-602-386-131-6

Dilihat: 1464 kali

Ditambahkan: 22 December 2016

Buku ini membahas tentang analisis bencana dalam menunjang pembangunan daerah dengan studi kajian di Kabupaten Batang. Terdapat empat bencana utama yang paling signifikan terjadi dalam lima tahun terakhir di Kabupaten Batang, yakni banjir sungai, longsor lahan, erosi pantai, dan rob. Dalam buku ini, dijelaskan parameter-parameter yang diperhitungkan dalam menentukan tingkat bencana yang ada di Kabupaten Batang.

Rp 95.000,00

Buku ini merupakan pengembangan dari laporan akhir penyusunan studi daerah rawan bencana di Kabupaten Batang yang merupakan kerja sama penelitian antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2014. Buku ini membahas tentang analisis bencana dalam menunjang pembangunan daerah dengan studi kajian di Kabupaten Batang. Terdapat empat bencana utama yang paling signifikan terjadi dalam lima tahun terakhir di Kabupaten Batang, yakni banjir sungai, longsor lahan, erosi pantai, dan rob. Dalam buku ini, dijelaskan parameter-parameter yang diperhitungkan dalam menentukan tingkat bencana yang ada di Kabupaten Batang. Berdasarkan parameter-parameter tersebut, disusun pemetaan bahaya di Kabupaten Batang, yakni bahaya banjir sungai, longsor lahan, erosi pantai, dan rob yang dapat dijadikan sebagai basis data spasial daerah rawan bencana. Informasi daerah rawan bencana tersebut akan diintegrasikan dalam suatu sistem informasi geografis yang dapat dijadikan basis data spasial sehingga mudah diimplementasikan. Informasi daerah rawan bencana ini merupakan hasil identifikasi, pemetaan, dan analisis menggunakan beberapa data spasial, seperti data pengindraan jauh satelit, peta digital, maupun survei langsung di lapangan. Sebagai pelengkap hasil identifikasi, pemetaan, dan analisis, dilakukan kompilasi data kejadian bencana alam dari berbagai dinas, instansi, dan masyarakat. Informasi daerah rawan bencana yang dihasilkan, terintegrasi dan tersusun dalam satuan unit pemetaan dengan batasan parameter yang cukup jelas, kemudian menghasilkan luaran akhir yang berupa informasi spasial berupa peta.