Kesehatan dan keselamatan Lingkungan Kerja

Kesehatan

Share this :

Penulis: Indah Rachmatiah Siti Salami, dkk.

ISBN: 978-979-420-978-3

Dilihat: 6422 kali

Ditambahkan: 17 October 2016

Selain meningkatkan kesejahteraan, industrialisasi juga di harapkan tidak menggagu kesehatan pekerja pada khususnya dan masyarajat pada umumnya. Bahan baku yang tergolong berbahaya dan beracun (B3) pertama kali selalu memasuki industry sebelum di buang ke lingkungan dan memajani masyarakat serta ekosistem secara umum. Bahan B3 itu bertambah tiap tahunnya dengan ribuan jenis. Uji taksimologi untuk mengetahui dampaknya terhadap kesehatan seringkali hanya sebatas uji jangka pendek atau akut saja sehingga tidak di ketahui efek yang seberna dalam jangka yang panjang. Oleh karenanya, penting untuk memantau dan mengendalikan dampak kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan di industry yang akan terpajang jangka panjang terhadap zat demikian. Untuk dapat melakukan ini, di perlakukan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja dengan sangat mendasar.

Rp61.800,00

Rp103.000,00

Selain meningkatkan kesejahteraan, industrialisasi juga di harapkan tidak menggagu kesehatan pekerja pada khususnya dan masyarajat pada umumnya. Bahan baku yang tergolong berbahaya dan beracun (B3) pertama kali selalu memasuki industry sebelum di buang ke lingkungan dan memajani masyarakat serta ekosistem secara umum. Bahan B3 itu bertambah tiap tahunnya dengan ribuan jenis. Uji taksimologi untuk mengetahui dampaknya terhadap kesehatan seringkali hanya sebatas uji jangka pendek atau akut saja sehingga tidak di ketahui efek yang seberna dalam jangka   yang panjang. Oleh karenanya, penting untuk memantau dan mengendalikan dampak kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan di industry yang akan terpajang jangka panjang terhadap zat demikian. Untuk dapat melakukan ini, di perlakukan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja dengan sangat mendasar.

selain itu penyakit yang di sebabkan bahan B3 di industri banyak yang tidak dapat disembuhkan atau ireversibel sehingga proses pencegahnya imenjadi lebih penting. pencegahan seperti ini banyak sekali menghadapi pengetahuan kerekayasaan dengan mengendalikan kontaminan pada sumbernya di lingkungan kerja secara khusus dan lingkungan secara umum.

selain penyakit di industri, juga banyak terjadi kecelakaan yang menimbulkan cacat bagi tenaga kerja sehinggamenambah kerugian dan mengurangi produktivitas negara. bagi indonesia, saat ini angka kecelakaan di laporkan masih tergolong kelompok pertama tertinggi di dunia (ILO).