Aspek-Aspek Epidemiologi Maloklusi

Kedokteran Gigi

Share this :

Penulis: Harkati Dewanto

ISBN: 979-420-261-4

Dilihat: 3729 kali

Ditambahkan: 13 July 1993

Berbeda dengan buku ajar lain di bidang orthodonti yang digunakan dalam progam pendidikan ilmu kedokteran gigi strata I, buku ini lebih banyak memuat berbagai macam penilaian atau pengu­kuran maloklusi untuk keperluan studi epidemiologi. Maloklusi adalah segala keadaan yang menyimpang dari oklusi normal, sehingga untuk mengukur kuan­titas dan intensitas maloklusi dalam ma­syarakat perlu terlebih dahulu mempe­lajari oklusi gigi geligi yang normal, baik pada gigi geligi sulung maupun permanen. Sifat-sifat atau tanda-tanda yang menyim­pang dari oklusi normal disebut ciri-ciri oklusi atau ciri-ciri maloklusi.

Rp8.500,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Berbeda dengan buku ajar lain di bidang orthodonti yang digunakan dalam progam pendidikan ilmu kedokteran gigi strata I, buku ini lebih banyak memuat berbagai macam penilaian atau pengu­kuran maloklusi untuk keperluan studi epidemiologi. Maloklusi adalah segala keadaan yang menyimpang dari oklusi normal, sehingga untuk mengukur kuan­titas dan intensitas maloklusi dalam ma­syarakat perlu terlebih dahulu mempe­lajari oklusi gigi geligi yang normal, baik pada gigi geligi sulung maupun permanen. Sifat-sifat atau tanda-tanda yang menyim­pang dari oklusi normal disebut ciri-ciri oklusi atau ciri-ciri maloklusi. Jumlah dan macam ciri-ciri maloklusi sangat berva­riasi pada setiap individu ataupun seke­lompok populasi. Maloklusi dapat seder­hana atau kompleks tergantung macam dan besar kecilnya penyimpangan terha­dap oklusi normal. Maloklusi dapat dinilai secara klinis dan secara epidemiologis. Penilaian epidemiologi maloklusi dituju­kan untuk mendapatkan prevalensi mal­oklusi dalam masyarakat yang sangat ber­guna dalam menyusun rencana pelayanan perawatan orthodontik bagi masyarakat. Yang dimaksud dengan epidemiologi maloklusi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari maloklusi dalam populasi dan bagaimana maloklusi tersebut dipe­ngaruhi oleh sifat keturunan, lingkungan dan cara hidup.

Untuk mempelajari cara maloklusi, dalam buku ini disajikan bermacam-macam indeks maloklusi yang telah disusun dan diajukan oleh beberapa ahli kesehatan masyarakat dan ahli orthodonti maupun yang disusun oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk digunakan secara luas dalam studi epidemiologi. Di Amerika Serikat untuk menilai keparahan maloklusi masyarakat digunakan TPI. Di Indonesia studi tentang prevalensi maloklusi telah dilakukan sejak tahun 1970 dengan menggunakan klasifi­kasi Angle, tetapi mulai tahun 1980 beberapa indeks maloklusi telah mulai diterapkan untuk menilai keparahan mal­oklusi. Penemuan baru dari hasil studi epidemiologi akan sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu, termasuk perkem­bangan dalam orthodonti.