Perubahan Iklim dan Pemanfaatan SIG di Kawasan Pesisir

Geografi

Share this :

Penulis: Nurul Khakim, Retnadi Heru Jatmiko, Emilya Nurjani, Budi Setiadi Daryono

ISBN: 978-979-420-863-9

Dilihat: 5799 kali

Ditambahkan: 19 October 2017

Buku dengan judul “Perubahan Iklim dan Pemanfaatan SIG di Kawasan Pesisir” terdiri dari delapan chapter yaitu Mitigasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir, Pemanfaatan Teknologi Pengindraan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Analisis Perubahan Tutupan Mangrove di Delta Wulan, SIGPJ untuk Identifikasi Dampak Perubahan Iklim, SIGPJ dalam Pengelolaan Pesisir, Perubahan Iklim Sebagai Isu Lingkungan Global, Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Pesisir, Kajian Gumuk Pasir Ditinjau dari Konservasi Biologi, dan Budi Daya Tanaman Melon Ramah Lingkungan Sekitar Gumuk Pasir Pantai Kebumen.

Rp64.000,00

Rp80.000,00

Buku dengan judul “Perubahan Iklim dan Pemanfaatan SIG di Kawasan Pesisir” terdiri dari delapan chapter yaitu Mitigasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir, Pemanfaatan Teknologi Pengindraan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Analisis Perubahan Tutupan Mangrove di Delta Wulan, SIGPJ untuk Identifikasi Dampak Perubahan Iklim, SIGPJ dalam Pengelolaan Pesisir, Perubahan Iklim Sebagai Isu Lingkungan Global, Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Pesisir, Kajian Gumuk Pasir Ditinjau dari Konservasi Biologi, dan Budi Daya Tanaman Melon Ramah Lingkungan Sekitar Gumuk Pasir Pantai Kebumen.

Perubahan iklim adalah perubahan dalam iklim yang disebabkan oleh langsung atau tidak langsung dari kegiatan manusia yang mengubah komposisi dari atmosfer global. Dampak dari perubahan iklim ini akan memengaruhi semua aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali pada lingkungan pesisir. Di Indonesia banyak kota-kota besar berada di lingkungan pesisir seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Perkembangan teknologi terutama dalam PJ dan SIG berguna dalam mengestimasi perubahan iklim dan dampaknya. Data PJ dan integrasinya dengan SIG berguna dalam melakukan pengukuran, pemetaan pemodelan, dan pemantauan terhadap dampak perubahan iklim. Pendekatan dengan menggunakan PJSIG lebih efektif dan efisien dari segi waktu, biaya, dan tenaga. Pengurangan dampak perubahan iklim salah satunya dengan kegiatan konservasi. Konservasi secara biologi memungkinkan aspek lingkungan yang sering kali terabaikan dapat terakomodasi tanpa meninggalkan aspek sosial ekonomi sehingga dapat terwujud pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Budi daya tanaman komersil seperti melon yang ramah lingkungan di areal belakang gumuk pasir dapat menyejahterakan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan budi daya yang diiringi dengan upaya konservasi gumuk pasir dengan penanaman vegetasi spesifik gumuk pasir, seperti pandan dan cemara udang, dapat membantu upaya adaptasi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim. Konservasi gumuk pasir dilakukan agar dapat berfungsi sebagai barrier/penghalang dari hempasan angin laut terhadap lahan pertanian sehingga pemanfaatan areal sekitarnya untuk budi daya melon bersifat berkelanjutan (sustainable) dan ramah lingkungan berdasarkan budi daya serta kearifan lokal.