Keistimewaan Yogyakarta dari Sudut Pandang Geomorfologi

Geografi

Share this :

Penulis: Langgeng Wahyu Santosa

ISBN: 978-602-386-007-4

Dilihat: 5930 kali

Ditambahkan: 17 August 2015

Daerah Istimewa Yogyakarta bukan saja istimewa dari segi sejarahnya dengan kedudukan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman yang ada sejak zaman penjajahan, atau istimewa dari sistem pemerintahannya, tetapi yang tidak banyak diketahui oleh orang awam bahwa di balik keistimewaan sejarah dan pemerintahan tersebut, Yogyakarta istimewa secara penciptaan alamnya.

Rp82.000,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Daerah Istimewa Yogyakarta bukan saja istimewa dari segi sejarahnya dengan kedudukan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pakualaman yang ada sejak zaman penjajahan, atau istimewa dari sistem pemerintahannya, tetapi yang tidak banyak diketahui oleh orang awam bahwa di balik keistimewaan sejarah dan pemerintahan tersebut, Yogyakarta istimewa secara penciptaan alamnya. Ditinjau secara geomorfologi berdasarkan aspek genesis pembentukan bentanglahan, dari 10 macam bentanglahan yang ada di dunia ternyata Yogyakarta memiliki 9 macam di antaranya. Sungguh secara kacamata ilmiah ini menunjukkan bahwa Yogyakarta benar-benar daerah yang istimewa. Kesembilan macam bentanglahan yang ada di Yogyakarta tersebut adalah bentanglahan asal proses vulkanik Gunungapi Merapi di Sleman; bentanglahan asal proses fluvial (aliran sungai) pada lahan-lahan bawahan di Bantul dan Kulonprogo; bentanglahan asal proses marine (aktivitas gelombang) di sepanjang wilayah kepesisiran Gunungkidul, Bantul, hingga Kulonprogo; bentanglahan asal proses aeolian (aktivitas angin) berupa gumuk-gumuk pasir (sand dunes) di Parangtritis dan sekitarnya, yang hanya satu-satunya di Asia Tenggara; bentanglahan asal proses solusional yang membentuk Perbukitan Karst Gunungsewu di Gunungkidul; bentanglahan asal proses struktural patahan berupa Perbukitan Baturagung di perbatasan Bantul dan Gunungkidul; bentanglahan asal proses denudasional berupa Perbukitan Menoreh di Kulonprogo; bentanglahan asal proses organik berupa pantai-pantai terumbu karang di Gunungkidul; dan bentanglahan asal proses antropogenik sebagai bentukan hasil karya manusia berupa wilayah perkotaan Yogyakarta dan kota-kota kabupaten lainnya. Satu-satunya bentanglahan yang tidak dijumpai di Yogyakarta adalah bentanglahan asal proses glasial (aliran es), yang di Indonesia hanya terdapat di Puncak Jayawijaya Papua. Sungguh ini menjadi bukti akan ”Keistimewaan Yogyakarta dari sudut pandang Geomorfologi”.