Aspek Sosial Banjir Genangan (ROB) di Kawasan Pesisir

Geografi

Share this :

Penulis: Su Rito Hardoyo, dkk

ISBN: 979-420-865-5

Dilihat: 7032 kali

Ditambahkan: 14 June 2016

Pada buku ini terdapat beberapa hasil penelitian dan temuan di lapangan yang terkait dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta isu kebencanaan banjir genangan (rob) lainnya.

Rp86.000,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Ancaman banjir rob akibat perubahan iklim dan pemanasan global dinilai sebagai penyebab utama naiknya permukaan air laut (rob) yang berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat di wilayah kepesisiran, seperti kerusakan permukiman, infrastruktur wilayah, lahan tambak dan lain sebagainya. Atas dasar isu utama tersebut maka buku yang berjudul “Aspek Sosial Banjir Genangan (Rob) di Kawasan Pesisir” ini disusun. Pada buku ini terdapat beberapa hasil penelitian dan temuan di lapangan yang terkait dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta isu kebencanaan banjir genangan (rob) lainnya. Beberapa hasil penelitian tersebut meliputi perkembangan kuantitas dan kualitas permukiman daerah rawan banjir rob di Pekalongan, strategi adaptasi masyarakat terhadap banjir rob di permukiman pesisir Kabupaten Pekalongan, pemetaan kerentanan banjir rob dan implikasinya terhadap penyediaan infrastruktur wilayah, strategi adaptasi masyarakat terhadap banjir rob di Kabupaten Pekalongan, kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir rob, dan kerentanan masyarakat dalam menghadapi banjir rob.

Pada hasil penelitian yang berjudul “Perkembangan Kuantitas dan Kualitas Permukiman Daerah Rawan Banjir Rob di Permukiman Pesisir Kabupaten Pekalongan” menyimpulkan bahwa kualitas permukiman pada wilayah kepesisiran dipengaruhi oleh lokasi absolut maupun relatif, jumlah dan agihan penduduk, bentuk penggunaan lahan, ketersediaan sarana prasarana serta kejadian banjir genangan (rob).

Pada hasil penelitian yang berjudul “Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Banjir Rob di Permukiman Pesisir Kabupaten Pekalongan” menyimpulkan adanya pola dan motif adaptasi masyarakat di wilayah kepesisiran. Adapun yang menjadi aspek pemicu masyarakat untuk bertahan hidup di wilayah kepesisiran dengan ancaman banjir genangan (rob) tersebut meliputi aspek lingkungan yang telah lama terbentuk, kebersamaan antarwarga yang sudah terjalin kuat, kedekatan dengan tempat kerja, serta faktor ekonomi yang kurang mendukung untuk berpindah mukim.

Pada hasil penelitian yang berjudul “Pemetaan Kerentanan Banjir Rob dan Implikasinya terhadap Penyediaan Infrastruktur Wilayah” dapat disimpulkan bahwa kerentanan bencana banjir rob dapat ditinjau dari aspek fisik, sosial, dan ekonomi. Pada aspek fisik, kerentanan ditinjau dari aspek kondisi fisik bangunan dan infrastruktur jalan. Pada aspek sosial ditinjau dari aspek kepadatan penduduk, sedangkan pada aspek ekonomi ditinjau dari aspek pendapatan masyarakat dan lahan tambak yang tergenang akibat banjir rob.

Pada hasil penelitian yang berjudul “Strategi Adaptasi Masyarakat dalam Mengatasi Banjir Rob di Pekalongan” menyimpulkan adanya bentuk-bentuk adaptasi masyarakat sebagai wujud dari keinginannya untuk tetap menetap dengan segala aktivitasnya. Strategi adaptasi dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi dampak negatif dari banjir rob terhadap kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Bentuk-bentuk strategi tersebut dilakukan secara bersama-sama antara masyarakat dan pemerintah Kota Pekalongan.

Pada hasil penelitian yang berjudul “Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Banjir Rob” menyimpulkan bahwa peran kelembagaan serta inisiatif masyarakat sangat penting dalam fase kesiapsiagaan terhadap bencana banjir rob. Kelembagaan yang sifatnya formal dan informal memiliki peran dalam pengambilan kebijakan dan sinkronisasi kebijakan dalam penanggulangan bencana banjir rob.

Pada hasil penelitian yang berjudul “Kerentanan Masyarakat dalam Menghadapi Banjir Rob” menyimpulkan bahwa kawasan permukiman yang tumbuh di pesisir pantai serta sarana dan prasarana yang mendukungnya semakin rentan terhadap banjir rob dan dinamika lingkungan, sebagai akibat hilangnya kawasan lindung seperti hilangnya hutan mangrove.