Antioksidan dan Kesehatan

Farmasi

Share this :

Penulis: Tanti Tatang Irianti , Kuswandi , Sindu Nuranto , Purwanto

ISBN: 978-602-386-928-2

Dilihat: 105 kali

Ditambahkan: 23 January 2021

Buku ini terdiri dari lima bab dengan masing-masing topik pembahasan. Bab I sebagai pendahuluan memaparkan oksidan secara umum, baik dari dalam tubuh maupun pengaruh dari luar. Bab II menjelaskan antioksidan sintetik dan alami, sedangkan Bab III memaparkan analisis penentuan tingkat besarnya potensi aktivitas antioksidan. Pada Bab IV dipaparkan mengenai proses isolasi flavonoid sebagai antioksidan alami dan Bab V mengemukakan penelitian tim penulis dari beberapa ekstrak yang mempunyai potensi antioksidan.

Rp68.600,00

Rp98.000,00

Kesehatan dan hidup manusia dengan lingkungan sekitarnya mempunyai hubungan sangat erat secara kimiawi (biokimiawi tubuh: usia, hormonal, dan enzimatik). Tingkat kesehatan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya faktor pola makan dan polusi lingkungan secara langsung atau tidak langsung (termasuk residu dalam sayur dan buah) mampu memengaruhi keseimbangan tubuh dengan indikator kondisi kesehatan individu. Keseimbangan tubuh yang terganggu dapat berkontribusi ke berbagai penyakit kronis seperti penyakit degeneratif seperti serangan jantung, Alzheimer, stroke, dan kanker. Paparan polusi lingkungan seperti dari asap rokok, asap kendaraan bermotor, radiasi, dan sebagainya merupakan sumber radikal bebas yang menyebabkan terganggunya keseimbangan tubuh.

Terdapat dua sumber radikal bebas yang berada di tubuh manusia, yakni endogen (dari dalam) dan eksogen. Sumber radikal yang berasal dari luar tubuh (eksogen) meliputi polusi udara, radiasi UV, sinar-X, pestisida, cemaran logam berat pada sayur-buah, dan asap rokok. Adapun sumber radikal bebas endogen berasal dari dalam tubuh sendiri seperti autooksidasi, oksidasi enzimatik, dan respiratory burst. Radikal bebas merupakan suatu atom molekul atau senyawa dengan satu atau lebih elektron tidak berpasangan sehingga sangat reaktif. Radika I bebas dapat terbentuk dalam tubuh saat bernapas sebagai hasil samping dari proses oksidasi atau pembakaran, olahraga berlebihan, dan peradangan. Kita dapat melakukan pencegahan terhadap dampak negatif radikal bebas ini dengan beberapa hal, yaitu pola hidup sehat dan cerdas, berolahraga dengan dosis tepat (3-5 kali dalam satu minggu dengan durasi 45-60 menit), dan mengonsumsi sayur dan buah. Antioksidan yang ditemukan cukup banyak pada bahan pangan, meliputi vitamin E, vitamin C, flavonoid, dan karotenoid. Khusus flavonoid, yang belum berbentuk molekul bebas pada tanaman, dibuat dengan cara hidrolisis asam dan basa dalam penelitian kami di Fakultas Farmasi, UGM. Tujuan hidrolisis ini adalah untuk meningkatkan aktivitasantioksidannya (nilai IC50 rendah).

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Pertama, Januari 2021
  • Tebal 214 halaman (full colour)
  • Ukuran 15,5 cm x 23 cm
  • Kode Buku A185
  • Categories Farmasi, Kesehatan & Kedokteran