Bingkai Kehidupan: Memotret Hitam-Putih Lembar Kehidupan

Budaya

Share this :

Penulis: Harno Depe , Novi Indrastuti

ISBN: 978-602-386-261-0

Dilihat: 2337 kali

Ditambahkan: 10 October 2017

Ada keharuan yang sanggup mereka jalarkan. yang ternyata bukan hanya merupakan monopoli dan hegemoni kesanggupan para profesional di bidang perpuisian dan fotografi. Saya merasa tergetar. terutanm oleh puisi “Puncak Kemenangan ", “Duka dalam Khayal', "Perempuan Setengah Senja'. "Bidadari yang Diam", 'Solitude', dan 'Pada Senja yang ]ingga'.

SUJIWO TEJO Seniman, Budayawan

Rp25.600,00

Rp32.000,00

Puisi dapat bersinergi dengan berbagai karya seni lain dan akan menghasilkan karya jenis baru yang saling menguatkan. Puisi bergabung dengan musik menghasilkan musikalisasi puisi dan ketika puisi beriringan dengan fotografi akan menjelma menjadi puisi fotografi. Sebelum antologi puisi yang ke-2 ini. beberapa waktu lalu penyair dan fotografer telah menerbitkan antologi puisi “Di Balik Lensa Kata" sebagai seri pertama dari karya mitologi puisi fotografi Karya tersebut telah berhasil mensinergikan keindahan dari sebuah foto dengan untaian kata dalam puisi. satu foto memperkuat makna saat puisi. Hal ini merupakan sebuah kreativitas yang telah mewujudkan genre baru puisi fotografi. Pada seri antologi puisi kedua yang berjudul ”Bingkai Kehidupan' ini corak yang dipilih adalah satu foto untuk membingkai satu tema tertentu yang terdiri atas beberapa puisi Memilih satu untuk mewakili beberapa puisi saya yakin membutuhkan kreativitas dan diskusi yang lebih menantang. Dalam hal ini, penyair bersama dengan fotografer telah berhasil membingkai produk kreatif yang apik dan unik. Semoga karya ini dapat menjadi bingkai kehidupan yang kita lalui dengan sinergi yang saling menguatkan antar komponen dalam kehidupan kita. Salam Kreatif.

Dr. Ing. ABDUL ROHIM BOY BERAWI. M.Sc. Deputi Riset. Edukasi dan Pengembangan. Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Rl

Membaca karya-karya puisi Novi yang dipadukan dengan foto-foto karya Harno Depe seperti sayup-sayup dari jauh mendengar bukan suara penyanyi yang menyanyi diiringi dengan organ tunggal pada puncak malam di dataran tinggi. Akan tetapi, semilir angin gunung dan halimun kian membuatnya terdengar lamar-lumat, menjadi ada yang tiada.

Ada keharuan yang sanggup mereka jalarkan. yang ternyata bukan hanya merupakan monopoli dan hegemoni kesanggupan para profesional di bidang perpuisian dan fotografi. Saya merasa tergetar. terutanm oleh puisi “Puncak Kemenangan ", “Duka dalam Khayal', "Perempuan Setengah Senja'. "Bidadari yang Diam", 'Solitude', dan 'Pada Senja yang ]ingga'.

SUJIWO TEJO Seniman, Budayawan

Membaca antologi puisi Bingkai Kehidupan seperti menikmati air sungai jernih yang mengalir di terik siang nan panas. Ia berbicara tentang apa saja yang dijumpainya dalam alimya. Bertemu dengan batu, ia berbicara tentang diamnya. Bertemu dengan daun, ia berbicara tentang layunya. Bertemu dengan kehidupan, ia bertanya tentang hakikatnya. Karya ini menghadirkan renungan tanpa pretensi membungkus dengan lapis-lapis makna pelik yang menyulitkan pembaca. Puisi-puisinya hadir sebagai pemantik bagi renungan yang lebih mendalam bagi pembaca yang kritis.

IDA BAGUS DARMASUTA Penerima Penghargaan Sastra 'Rancage' 2007. Penyair. Fotografer

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Pertama, September 2017
  • Tebal 96 halaman
  • Ukuran 14,8 cm x 21 cm
  • Kode Buku B076
  • Categories Budaya, Sosial & Humaniora