Tanggal Posting

  • February 20, 2019

Share

BEDAH BUKU PENGEMBANGAN UMKM ANTARA KONSEPTUAL DAN PENGALAMAN PRAKTIS

BEDAH BUKU PENGEMBANGAN UMKM ANTARA KONSEPTUAL DAN PENGALAMAN PRAKTIS

Pada hari Rabu (20/2/2019), Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk bisa mendalami potensi UMKM di wilayah tinggal mereka, sekaligus menanamkan mental berwirausaha. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan bedah buku di Balai Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo.

Bedah buku kali ini berjudul Pengembangan UMKM antara Konseptual dan Pengalaman Praktis dari Penerbit UGM Press yang ditulis oleh Rachmawan Budiarto dkk. Salah satu penulis buku, Hempri Suyatna, menilai potensi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kulonprogo belum dikelola dengan maksimal.

"Berbagai persoalan klasik muncul, seperti akses permodalan sebagai kendala dalam mengembangkan usaha, padahal modal bukan kunci utama dalam berwirausaha. Harus ada mentalitas dan kemampuan sumber daya manusia agar usaha bisa berkembang," ujar Hempri.

"Perlu ada peran dari berbagai pihak untuk mengembangkan usaha sektor UMKM sehingga dapat lebih mandiri dan berdaya. Pemerintah daerah harus memberikan pendampingan secara intensif agar pelaku UMKM dapat bersaing di tengah derasnya produk impor," ungkapnya. Hempri mengatakan buku ini mengedepankan teori disertasi praktis sehingga pelaku UMKM perlu membaca buku tersebut.

Anggota Komisi D DPRD DIY, Hamam Mutaqim, mengatakan pelaku UMKM di Kulonprogo punya peluang menjual produk yang layak bagi wisatawan, sekaligus persiapan bandara baru. Tempat wisata di Waduk Sermo, Kalibiru sudah terkenal.

Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY, Aris Wiryanto, mengungkapkan dengan adanya kegiatan bedah buku tersebut, diharapkan masyarakat bisa termotivasi dalam mengembangkan produk UMKM, dan buku Pengembangan UMKM antara Konseptual dan Pengalaman Praktis dibagikan kepada peserta bedah buku yang hadir untuk menjadi rujukan agar masyarakat Hargowilis dan sekitarnya semakin gemar membaca buku. 

"Kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan minat baca di masyarakat. Berdasarkan kajian Perpusnas 2018, budaya minat baca di DIY mengalami peningkatan," ungkap Aris.

Kepala Badan Penerbit dan Publikasi UGM, Dr. Widodo, mengapresiasi kegiatan bedah buku tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut dapat meningkatkan kegemaran dan keinginan masyarakat untuk membaca buku. "Kami berharap buku karya yang diterbitkan oleh UGM Press bisa bermanfaat untuk masyarakat dan menjadi rujukan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan ini," ujar Dr. Widodo. [Irwan/UGM Press]