Seni Pertunjukan Dari Perspektif Politik Sosial dan Ekonomi

Budaya

Share this :

Penulis: R.M. Soedarsono

ISBN: 979-420-522-2

Dilihat: 5686 kali

Ditambahkan: 01 April 2011

buku berjudul Seni Pertunjukan: Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi ini merupakan upaya penulis untuk membantu para mahasiswa, khususnya mahasiswa pascasarjana dari bidang seni pertunjukan dalam memahami perkembangan seni pertunjukan lebih komprehensif, yang temyata banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal non seni. Di antara faktor-faktor eksternal yang sangat dominan pengaruhnya itu ialah politik, sosial, dan ekonomi. Sampai kini memang belum tampak adanya usaha penelitian tentang topik yang sangat menarik ini, selain beberapa tesis yang pernah dihasilkan oleh para mahasiswa penulis di bidang seni rupa dan desain.

Rp101.000,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Kehadiran buku berjudul Seni Pertunjukan: Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi ini merupakan upaya penulis untuk membantu para mahasiswa, khususnya mahasiswa pascasarjana dari bidang seni pertunjukan dalam memahami perkembangan seni pertunjukan lebih komprehensif, yang temyata banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal non seni. Di antara faktor-faktor eksternal yang sangat dominan pengaruhnya itu ialah politik, sosial, dan ekonomi. Sampai kini memang belum tampak adanya usaha penelitian tentang topik yang sangat menarik ini, selain beberapa tesis yang pernah dihasilkan oleh para mahasiswa penulis di bidang seni rupa dan desain. Sebagai contoh, ada mahasiswa yang meneliti tentang pengaruh Reformasi 1998 terhadap penampilan iklan rokok A Mild. Jelas, penelitian ini hanya bisa dilakukan karena adanya perkembangan politik di negara ,kita pada tahun 1998 yang ditandai oleh lengsernya Presiden Suharto dari kursi kepresidenan. Ada pula mahasiswa penulis yang mencermati penampilan komik “Panji Koming” yang dimuat dalam Harian Kompas pada era yang sama. Penelitian ini juga berkaitan dengan gerakan Reformasi 1998. Kedua peneliti tersebut membatasi jangka waktu penelitian hanya satu tahun, yaitu dari 1998 sampai 1999. Hasilnya sangat mengagumkan, bahwa perubahan kehidupan tata politik di negara kita pada tahun itu telah menggoncang para perencana iklan serta penulis komik untuk menghadirkan karya mereka yang khas, yang mengandung kritik politik dan sosial yang sangat menggelitik. Selain itu, dalam bidang seni pertunjukan ada pula yang mengamati statemen politik Presiden Gus Dur, yang dengan terbuka menyatakan, bahwa agama Khonghucu merupakan agama resmi yang harus diakui oleh bangsa Indonesia.