Memutus Siklus Kekerasan Pencegahan Konflik dalam Krisis Intranegara

Sosial & Politik

Share this :

Penulis: Janie Leatherman

ISBN: 979-420-544-3

Dilihat: 2857 kali

Ditambahkan: 01 October 2015

Buku ini juga menawarkan berbagai kebijakan untuk mencegah konflik.

Rp27.000,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Bisakah Indonesia hidup tanpa kekerasan? Bagi mereka yang awam, tentu saja jawabannya sangat tegas: bisa. Tetapi, bagi mereka yang mengkaji soal konflik, jawabannya ragu-ragu: antara bisa dan tidak bisa. Sebab, perjalanan bangsa Indonesia penuh konflik berdarah. Di tingkat nasional begitu banyak kasus berdarah yang tidak terurus tuntas, misalnya Tragedi Madiun 1948 dan Peristiwa Pemberontakan PKI 1965. Ditingkat daerah ada peristiwa Tanjung Priok, kasus Warsidi di Lampung, kasus Semanggi I dan II, tragedi Maluku, Poso, Kalimantan Barat, pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka, pemberontakan Organisasi Papua Merdeka. Ini memperlihatkan bahwa tanah Indonesia penuh dengan konflik berdarah antar golongan.

Karena itu, diperlukan berbagai pembelajaran agar bangsa Indonesia bisa melakukan reknsiliasi secepatnya. Dibutuhkan juga berbagai pembelajaran agar berbagai golongan di Indonesia segera melupakan kekerasan dan bersedia hidup berdampingan dengan damai bersama golongan lain. Dari kacamata ini, kehadiran buku ini sangat tepat. Buku ini, bahkan, sangat bermanfaat. Sebab, dari judulnya, sudah terungkap apa yang dikandung buku ini: cara-cara memutus mata rantai kekerasan. Sekalipun contoh-contoh kasus yang diceritakan buku ini menyangkut kejadian di luar Indonesia, cara-cara penyelesaiannya bisa ditiru oleh bangsa Indonesia. Lebih dari itu, buku ini juga menawarkan berbagai kebijakan untuk mencegah konflik.