Centhini Tambangraras-Amongraga Jilid IV

Budaya

Share this :

Penulis: Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunagara III (Sunan Paku Buwana V)

ISBN: 979-420-724-1

Dilihat: 2381 kali

Ditambahkan: 01 May 2010

Serat Centhini yang ditulis dalam kurun waktu 1814-1823 dan oleh penyadurnya disebut sebagai “Ensiklopedi Budaya Jawa” merupakan buku yang sangat berharga mengingat buku ini membicarakan banyak perkara. Ia begitu kaya dengan perincian situasi dan peristiwa. Ceritanya selalu mengandung maksna yang bisa diamalkan dalam kehidupan riil. Cara berceritanya pun sangat khas. Semuanya menjadikannya pantas dibaca oleh individu-individu yang senang berpikir. Ia juga layak dibaca oleh mereka yang ingin memperoleh nilai-nilai agung di dalam kehidupan yang sudah menampakkan ciri pragmatism.

Rp34.200,00

Rp57.000,00

Pengembaraan Mas Cebolang beserta 4 temannya sampai ke Lawean. Mas Cebolang menerima uraian 7 macam zaman. Ki Antyanto menerangkan 40 macam tanda zaman sebagai pertanda kiamat. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke berbagai tempat dan akhirnya sampai di Wonogiri. Mereka dijamu oleh Indrasmara. Mas Cebolang memberi wejangan mengenai tasawuf, kodrat Tuhan, takdir Tuhan, kemuliaan, dan kesengsaraan. Indrasmara bercerita mengenai berbagai jenis berhubungan dengan wanita.

Mas Cebolang kemudian melanjutkan perjalanan dan sampai di Dusun Karang. Rombongan bertemu dengan Ki Darmayu. Ki Darmayu bercerita tentang riwayat dirinya dan asal usul Pulau Jawa dihuni oleh manusia.

Perjalanan Mas Cebolang berlanjut ke berbagai tempat, di mana ia saling memberi dan menerima wejangan maupun cerita dari orang-orang yang ditemuinya. Hingga akhirnya, pada jilid ini diceritakan Mas Cebolang tiba di Wirasaba di mana ia memberikan wejangan mengenai kitab suci dan mengajari bermain kentrung serta rebana.

  • Bahasa Teks Buku Indonesia
  • Cetakan Pertama, Mei 2010
  • Tebal 222 halaman
  • Ukuran 14,5 cm x 21 cm
  • Kode Buku C017
  • Categories Budaya, Sosial & Humaniora