Yang Satu dan Yang Banyak: Refleksi tentang Identitas Amerika

5RIBUAN

Share this :

Penulis: Arthur Mann

ISBN: 979-420-161-8

Dilihat: 1332 kali

Ditambahkan: 09 July 1990

Buku ini dengan ulasan mengenai kegagalan yang dialami Amerika satu dasawarsa yang lalu. orang-orang dewasa memang tidak perlu saya ingatkan kepada kejadian itu, akan tetapi bagi generasi muda mahasiswa. apa yang terjadi di waktu itu hanya merupakan hal yang samar-samar belaka. Oleh karena itu, selain bab pertama buku ini saya tujukan kepada generasi muda itu, saya ingin juga supaya segenap pembaca tahu benar dari segi mana saya menyoroti masalah itu.

Rp17.000,00

Maaf buku ini sedang tidak tersedia


Buku ini dengan ulasan mengenai kegagalan yang dialami Amerika satu dasawarsa yang lalu. orang-orang dewasa memang tidak perlu saya ingatkan kepada kejadian itu, akan tetapi bagi generasi muda mahasiswa. apa yang terjadi di waktu itu hanya merupakan hal yang samar-samar belaka. Oleh karena itu, selain bab pertama buku ini saya tujukan kepada generasi muda itu, saya ingin juga supaya segenap pembaca tahu benar dari segi mana saya menyoroti masalah itu. Berkat pendidikan saya. saya percaya bahwa para sejarawan berkewajiban untuk menyajikan setiap peristiwa secara utuh, Mengenai buku yang anda baca ini bukanlah saya yang harus menilai apakah sudah memenuhi keharusan itu, akan tetapi sudah layak dan sepantasnyalah kalau saya menyatakan di sini bahwa saya sungguh-sungguh ingin menyumbangkan sesuatu kepada negara ini. Oleh karena itu saya sungguh menghormati benang pengikat, betapapun rapuhnya, yang mempersatukan berbagai-bagai kelompok masyarakat, yang tidak sedikit jumlah dan ragamnya itu, menjadi negara Amerika.

Tema itulah yang akan saya sajikan di Bab 2 yang secara khusus membahas kebangkitan masyarakat kulit putih. Tujuan saya bukanlah untuk mengatakan bahwa kebangkitan itu tidak berguna, melainkan untuk memberantas ekses-ekses ideologi-ideologi kesukuan. Tidak seperti yang dinyatakan mereka, kesukuan itu dipandang hal yang penting sebelum kebangkitannya atau ”penemuan eksistensinya kembali”; itu membawakan arti yang berbeda-beda dan terkait pada suatu kebangsaan yang sama; di dalamnya rakyat Amerika keturunan beraneka macam bangsa itu mempunyai kepentingan yang vital.

Selanjutnya sisa buku ini mengembangkan tema-tema tersebut di atas. Bab 3 mengungkapkan kembali bagaimana generasi zaman Revolusi merumuskan suatu kebangsaan berdasarkan ideologi secara khusus bagi negara serta bangsa yang paling muda di dunia ini. Dengan menitik-beratkan kepada hak-hak kewarganegaraan demokratis, warisan abad ke-l8 itu menentukan ketetapan pemerintah untuk 200 tahun mendatang, seperti yang dikemukakan di Bab 4. Di bab itu diungkapkan bagaimana penduduk lama menyambut kedatangan berpuluh-puluh juta imigran di dalam ruang lingkup, yang diwariskan nenek-moyang mereka. Ketegangan-ketegangan di antara kewarganegaraan Amerika dan identitas kesukuan merupakan pokok bahasan di kedua bab berikutnya, yang memantau riwayat tiga teori: hakekat pembauran, keunggulan keturunan bangsa Anglo-saxon, dan kemajemukan budaya. Teori-teori itu sungguh-sungguh penting, karena walaupun timbul lebih daripada 75 tahun yang lalu, namun dewasa ini masih menetapkan garis-garis pemisah pola pikir mengenai masalah Yang Satu dan Yang Banyak. Akan tetapi, jika kedua bab terakhir saya benar, maka praktek adalah pemandu yang lebih baik daripada teori untuk memahami betapa rapuhnya kemajemukan Amerika itu. Di seluruh buku ini, di mana perlu, saya menyajikan studi banding antara apa yang terjadi di negara ini dengan peristiwa-peristiwa manca negara dengan alasan bahwa untuk mengenal diri sendiri kita harus memandang keluar dari diri kita sendiri.